Jokowi Diprediksi Pertahankan Airlangga di Kabinet

christian dior simbolon    •    Minggu, 17 Dec 2017 18:07 WIB
reshuffle kabinetpresiden jokowi
Jokowi Diprediksi Pertahankan Airlangga di Kabinet
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan). Foto: Antara/Puspa Perwitasari.

Jakarta: Peneliti Centre for Strategic and International Study (CSIS) Arya Fernandez memprediksi Presiden Joko Widodo bakal segera menggelar reshuffle terbatas. Utamanya, untuk mencari pengganti Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa yang dipastikan maju pada Pilgub Jawa Timur 2018.

"Karena Khofifah akan berhalangan hadir secara tetap, buat kampanye dan sebagainya. Perkiraan saya, awal Januari akan ada reshuffle setelah partai-partai pendukung Khofifah deklarasi resmi," ujar Arya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu 17 Desember 2017.

Selain Khofifah, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga didesak mundur setelah ditetapkan menjadi ketua umum Partai Golkar. Namun, Arya memprediksi Jokowi bakal tetap mempertahankan Airlangga di jajaran kabinet.

"Keberadaan Airlangga menguntungkan Jokowi di kabinet. Itu misalnya memudahkan pemerintah untuk meloloskan kebijakan-kebijakan pemerintah di parlemen, termasuk soal APBN. Di sisi lain, dengan tetap di kabinet, Airlangga punya akses leluasa ke pemerintah," ujarnya.

Meskipun rangkap jabatan, kata Arya, belum ada jaminan bahwa kinerja Airlangga bakal melempem di kabinet. Terlebih, sebelumnya banyak preseden yang menunjukkan kinerja pejabat publik tak terganggu meskipun merangkap sebagai ketua parpol.

"SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) di Demokrat. Jusuf Kalla juga ketika Wapres pernah menjabat ketua umum Partai Golkar. Tidak ada masalah. Tapi, itu kan prerogatif Presiden. Secara aturan, tidak ada aturan baku yang mengharuskan menteri tidak boleh memegang jabatan ketum parpol," tandasnya.

Ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto belum bisa memutuskan mundur atau tidak dari jabatannya sebagai Menteri Perindustrian. Ia masih menunggu pengukuhan resmi dirinya sebagai Ketua Umum di Munaslub Golkar.

"Kita Munaslub dulu dan tentu jabatan (menteri) hak prerogatif Presiden. Dan kita serahkan sepenuhnya ke Presiden Jokowi," ujarnya singkat.

Dihubungi terpisah, juru bicara Kepresidenan Johan Budi mengatakan, Jokowi belum merencanakan menggelar reshuffle. "Sampai saat ini belum ada informasi terkait reshuflle kabinet," kata Johan lewat pesan singkat.


(AGA)