Tim Anggap Wajar Elektabilitas Ahok Turun dalam Survei

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 28 Nov 2016 03:25 WIB
pilgub dki 2017
Tim Anggap Wajar Elektabilitas Ahok Turun dalam Survei
Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakilnya Djarot Saiful Hidayat. Foto: AP/Dita Alangkara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat menganggap wajar elektabilitas Ahok turun dalam survei terbaru Poltracking Indonesia. Survei disebut dibuat dengan memanfaatkan momen kasus yang menjerat Ahok. 

"Pasangan Basuki-Djarot sepenuhnya mengapresiasi berbagai survei dan lembaga surveinya. Apalagi metodologinya rasional dan memang sudah punya track record. Survei ini biasa-biasa saja, tidak membuat dunia akan kiamat. Ini sangat tipis dan terlihat kompetitif," kata Tim Pemenangan Ahok-Djarot Ansy Lema di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/11/2016).

Lema menyoroti hasil survei terkait konteks masalah waktu dan peristiwa politik yang melatarbelakangi itu. Pasalnya survei dilakukan pada tanggal 7-17 November 2016.

"Ini 7 sampai 17 November dan saat itu ada kasus penistaan agama yang dituduhkan pada kami. Kemudian pada 4 November dan seminggu setelahnya 16 November Pak Basuki ditetapkan tersangka. Itu berada pada titik didih. Survei dilakukan pada momen itu sehingga sangat wajar elektabilitas Basuki tergerus," ujar Lema.

Menurut Lema, merosotnya elektabilatas Ahok bukan karena kinerja, rekam jejak, dan faktor jujur bersih Basuki. Tapi karena faktor agama dan dugaan penistaan agama.

"Karena itu fine-fine saja. Ini terkonfirmasi dengan faktor trust yang masih tinggi (pemilih Ahok) tidak pindah ke lain hati," tambah Lema.

(Baru juga: Survei Poltracking: Agus Unggul Elektabilitas, Ahok Unggul Popularitas)

Lema justru menyoroti tingginya angka swing voter, atau yang belum menentukan pilihan. Para pemilih dua calon lain kata dia justru tingkat kemantapannya masih kalah dari para pemilih Ahok.

"Mestinya kalau Ahok tidak layak dipilih ya gampang saja ke yang lain," ujar dia.

Diketahui, Poltracking Indonesia merilis survei baru terkait elektabilitas dan popularitas cagub-cawagub dalam Pilgub DKI 2017. Survei dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 17 November 2017. 

Poltracking Indonesia menggunakan metode multi stage random sampling dengan jumlah responden 1200 orang dan margin of error sebesar 2,8 persen.

Dalam survei, elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat 19,6 persen suara, pasangan Ahok-Djarot mendapat 15,92 persen suara sementara pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat 14,34 persen suara. 

(Baca juga: Survei Poltracking: 63,08 Persen Publik Jakarta Puas dengan Kinerja Ahok)


(REN)