Impian Mendirikan Negara Islam Tak Relevan dengan Kondisi Masa Kini

Pelangi Karismakristi    •    Jumat, 23 Sep 2016 15:39 WIB
mpr ads
Impian Mendirikan Negara Islam Tak Relevan dengan Kondisi Masa Kini
Sosialisasi Empat Pilar MPR, kerja sama MPR dengan Yayasan Binaul Izzah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Foto:Dok.MPR)

Metrotvnews.com, Brebes: Anggota Fraksi PKS di MPR Abdul Fikri Faqih menyebutkan bahwa impian mendirikan negara Islam pada masa kini merupakan pemikiran yang kebablasan.

"Itu tidak sesuai lagi dengan ke-Indonesia-an masa kini. Itu berarti kembali lagi ke era kerajaan yang akan membuat Indonesia dijajah lagi, dan kita mesti berjuang lagi melepaskan penjajahan," tutur Abdul Fikri, pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR, kerja sama MPR dengan Yayasan Binaul Izzah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di Komplek Islamic Centre, pada Jumat (23/9/2016).

Dulu, lanjut  Abdul Fikri, Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7, sementara agama lain sudah datang pada abad ke-6.

Kedatangan Islam menyebabkan munculnya power sistem, berupa kerajaan-kerajaan Islam. Sementara, agama lain tidak.

"Inilah salah satu alasan yang menstimulasi lahirnya wacana negara Islam. Waktu itu, kerajaan-kerajaan Islam Indonesia  dibubarkan oleh penjajahan Belanda dan  Portugis," kata Fikri.

Lebih dari itu, Fikri menyampaikan bahwa sekarang ini tidak ada lagi relevansi untuk  mempertentangkan antara Pancasila dengan agama Islam. Sebab, para perumus dasar negara berlambang burung garuda ini adalah tokoh-tokoh Islam.

Mulai dari  29 Mei hingga 1 Juni 1945, para tokoh saat itu terlibat diskusi panjang menyangkut dasar negara. Mereka juga  menyampaikan pendapat dan berpidato, seperti halnya pidato Soekarno pada 1 Juni, yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila.

"Karena itu, saat ini  sudah  tidak  tepat lagi mempertentangkan  agama dengan nasionalisme. Sekalipun memang pemikiran soal syariat Islam bisa dimaklumi. Gagasan tersebut muncul sesuai  sejarah Indonesia," ujar pria yang menggantikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yang berhalangan hadir.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula anggota DPRD setempat Usman. Dia tak menampik bahwa keragaman Indonesia berpotensi menimbulkan perpecahan. "Untung saja, sejarah bisa membuktikan adanya niat untuk membentuk NKRI," kata Usman.

Namun,  tekad masa lalu saja tidak cukup. Potensi perpecahan yang diakibatkan oleh ketimpangan ekonomi, akan selalu muncul jika kesenjangan itu tidak diminimalkan.

"Perbedaan ekonomi selalu memunculkan potensi perpecahan. Ini saatnya kita mengupayakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Usman.


(ROS)

Bakal Calon Harus Serahkan Seluruh Persyaratan pada 4 Oktober

Bakal Calon Harus Serahkan Seluruh Persyaratan pada 4 Oktober

20 minutes Ago

Bakal calon yang tidak melengkapi berkas persyaratan sampai waktu yang ditentukan akan dinyatak…

BERITA LAINNYA
Video /