KPU Dukung KPK Umumkan Tersangka Calon Kepala Daerah

Dheri Agriesta    •    Selasa, 13 Mar 2018 20:10 WIB
pilkada 2018
KPU Dukung KPK Umumkan Tersangka Calon Kepala Daerah
Komisioner Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asyari. Foto: MI/Irfan

Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asyari sepakat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengumuman calon kepala daerah yang menjadi tersangka. Hasyim menilai, KPK tak perlu menunda hal itu.
 
"KPU tidak pernah mengatakan usulan atau pembahasan tentang masalah itu, bahwa pengumumannya ditunda saja," kata Hasyim ketika dihubungi, Selasa, 13 Maret 2018.
 
Dalam pandangan KPU, prosedur pilkada akan tetap berjalan meski calon kepala daerah ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini juga berlaku meski calon kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dan ditahan lembaga anti-rasuah.
 
"Ditahan atau tidak, proses pilkada jalan terus, karena amanat undang-undang tidak menginstruksikan untuk melakukan penggantian," kata dia.

Baca: KPK Diminta tak Menunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah

Hasyim menambahkan, pernyataan penundaan yang dikeluarkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Kemanan Wiranto, murni pemikiran pribadi. KPU tidak pernah membahas hal itu dengan Wiranto.
 
"Diumumkan saja tidak apa-apa, biar masyarakat tahu mana yang benar-benar bersih, mana yang tidak," jelas Hasyim.
 
Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto membantah mengintervensi kinerja KPK terkait imbauan penghentian sementara proses hukum calon kepala daerah. Imbauan penundaan ini bertujuan baik.
 
Pemerintah juga tak berniat mencegah pengusutan kasus korupsi yang melibatkan calon kepala daerah oleh lembaga anti-rasuah. Wiranto pun tak memaksa KPK menerima imbauan ini. Keputusan tetap berada di tangan Agus Rahardjo dan pimpinan KPK lainnya.




(FZN)