Pemerintah AS Berkomitmen Jaga Kesepakatan Palestina-Israel

Dheri Agriesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 16:31 WIB
palestina israel
Pemerintah AS Berkomitmen Jaga Kesepakatan Palestina-Israel
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan. Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Jerusalem. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan menekankan, AS memiliki komitmen menjaga kesepakatan Israel dan Palestina.
 
"Perlu ditekankan, Pemerintah AS itu tetap memiliki komitmen kuat terhadap kesepakatan jangka panjang antara Palestina dan Israel," kata Donovan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Desember 2017.
 
Tak hanya memindahkan kedutaan, Presiden Trump dikabarkan akan mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. AS juga mendukung kesepakatan solusi yang diinginkan kedua negara.
 
Donovan menyebut, Pemerintah AS akan mengumumkan beberapa hal penting terkait pemindahan kedutaan. "Akan diumumkan hari ini waktu Washington," kata dia.
 
Donovan baru saja bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden. Namun, ia tak membahas masalah ini dalam pertemuan dengan Kalla.

Baca: Selama AS Dipimpin Trump, Sulit Capai Perdamaian Palestina-Israel

Donovan sadar posisi Indonesia dalam permasalahan ini. Ia telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi beberapa hari lalu.
 
"Ibu Retno menyatakan bagaimana posisi Indonesia terhadap masalah ini," kata dia.
 
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, tindakan yang diambil Trump hanya memperkeruh politik di Timur Tengah. Karena, Palestina dan Israel merupakan sumber keruhnya politik Timur Tengah.
 
"Risikonya lebih ruwet politik di Timur Tengah, karena sumber daripada banyak keruwetan itu ya konflik Palestina dan Israel," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Desember 2017.
 
Trump bahkan akan mengumumkan pengakuan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dalam waktu dekat. Manuver ini, kata Kalla, hanya membuat niat Amerika Serikat sebagai penengah konflik dua negara itu sia-sia.
 
"Itu akan susah," kata dia.




(FZN)