Lebaran dan Pilkada, Momentum Menjaga Harmoni di Tengah Perbedaan

M Studio    •    Kamis, 14 Jun 2018 23:11 WIB
Berita Kemendagri
Lebaran dan Pilkada, Momentum Menjaga Harmoni di Tengah Perbedaan
Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto:Dok)

Jakarta: Pemilihan Kepala Daerah serentak (Pilkada) dan Lebaran merupakan dua momen yang berbeda, namun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap semangat Idulfitri tetap mewarnai pesta demokrasi yang akan digelar. 

Spirit Idulfitri yang bertumpu pada silaturahmi hendaknya mewarnai Pilkada. Bagi Tjahjo, politik harus dibekali spirit baik, sehingga masalah etik tak diabaikan dalam berkontestasi. Ketika Idulfitri menghadirkan nuansa silaturahmi yang kental, maka Pilkada pun seharusnya menghadirkan hal serupa. 

Kata Tjahjo, ini momentum membumikan spirit Idulfitri dalam pesta demokrasi. Saatnya membangun kesadaran untuk menjaga harmoni dan persaudaraan, dan merekatkan silaturahmi dan kedamaian di tengah masyarakat. 

Walau ada perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi politik seperti Pilkada, rasa kekeluargaan, kekerabatan, persatuan dan  kesatuan sebagai warga bangsa harus tetap terawat dan terjaga. Itu pula yang bisa dicatat dari spirit Idulfitri.

"Berbeda pilihan bukan berarti persaudaraan menjadi terputus. Keberlangsungan hidup, masyarakat, dan negara harus  kita jaga bersama," kata Tjahjo, di Jakarta, Kamis, 16 Juni 2018.

Dalam konteks Pilkada, yang sebentar lagi digelar, Tjahjo pun mengeluarkan beberapa imbauan. Pertama, pada saat hari pemungutan suara, 27 Juni 2018, masyarakat agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).  Seluruh pemilih harus datang menunaikan hak pilihnya dengan suka ria. Pesta demokrasi harus menghadirkan kegembiraan. Bukan ketakutan. Pilih dengan hati nurani, siapa pemimpin yang amanah. 

"Silakan memilih kepala daerah setempat yang akan menjadi pemimpin daerah 5 tahun ke depan yang bisa menggerakkan pembangunan, pelayanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghadirkan rasa aman, tertib dan damai," katanya.

Imbauan kedua, Tjahjo meminta masyarakat, pasangan calon, tim sukses, aparatur, KPU dan Bawaslu, serta tokoh masyarakat  memanfaatkan Idulfitri sebagai momentum menurunkan tensi suhu politik lokal. Spirit silaturahmi Idulfitri harus menjadi perekat persatuan.  Sekaligus ini saatnya untuk meneguhkan sikap saling menghargai perbedaan. Berbeda tapi tetap satu saudara, satu daerah, satu bangsa. 

"Saya percaya penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu serta aparat TNI, Polri, aparat pemerintah daerah akan bekerja profesional. Saya juga yakin  tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh perempuan, pers dan tokoh agama serta  lembaga-lembaga keagamana akan bersatu padu memelihara iklim Pilkada serentak 2018 yang kondusif, tertib, lancar, aman dan damai," tuturnya. 

Terakhir, Tjahjo meminta semua pihak berkomitmen menghadirkan kesejukan  dalam berkompetisi. Kontestasi Pilkada, harus berjalan dengan elegan. Menjadi pesta demokrasi yang  beretika dan bermartabat. 

"Dan menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan ajaran agama," kata Mendagri.


(ROS)