Kursi Pimpinan DPR Diminta Dikocok Ulang

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 18 Jul 2017 07:30 WIB
korupsi e-ktp
Kursi Pimpinan DPR Diminta Dikocok Ulang
Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pascapenetapan Setya Novanto menjadi tersangka oleh KPK, kursi pimpinan DPR diminta dikocok ulang. Penetapan tersangka ini menjadi momentum mengembalikan aturan perangkat pimpinan DPR seperti semula.

"Yang ideal adalah tentunya yang menjadi ketua dari partai pemenang pemilu," kata Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi saat dihubungi wartawan, Senin 17 Juli 2017.

PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu tak memiliki wakil dalam jajaran pimpinan DPR. Taufiq meminta seluruh fraksi kembali memusyawarahkan hal ini. Karena, kata dia, Partai NasDem punya sikap tegas, seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka harus diganti.

"Kalau sudah ditersangkakan segera dia harus diganti. Ini momentum untuk mengembalikan kepada aturan yang normal. Aturannya pemenang pemilu adalah menjadi ketua," tegas Taufiqul.

Ketua DPR Setya Novanto ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Penetapan tersangka diambil setelah KPK mencermati fakta persidangan dari sejumlah tersangka sebelumnya.

"KPK menetapkan SN dengan tujuan menyalahgunakan kewenangan sehingga diduga mengakibatkan negara rugi Rp2,3 triliun," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juli 2017.

 


(DRI)