Tunjangan Diharap Tingkatkan Kompetensi Guru

Tri Kurniawan    •    Jumat, 25 Nov 2016 15:42 WIB
guru
Tunjangan Diharap Tingkatkan Kompetensi Guru
Siswa menyalami guru seusai mengikuti upacara di SDN 060813 Medan, Sumatera Utara, Jumat 25 November 2016. Antara Foto/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Ambon: Pemerintah berharap pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang bersertifikat pendidik berimplikasi nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru.

"Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan guru yang bersertifikat pendidik, diharapkan dapat berimplikasi pada perbaikan kompetensi yang dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Pesan Muhadjir itu dibacakan penjabat Wali Kota Ambon Frans Johanis Papilaya saat peringatan hari PGRI di Ambon, Jumat (25/11/2016).

Muhadjir menyatakan, pemberian tunjangan profesi guru kedepan akan dirumuskan kebijakan agar sebagian tunjangan dapat diinvestasikan bagi peningkatan kinerja guru, melalui program pelatihan dan usaha guru belajar mandiri.

"Profesionalisme guru khususnya berkaitan dengan pengembangan keprofesian dan karir akan terus ditumbuhkembangkan," ujar Muhadjir.

Dia mengatakan, pemerintah melaksanakan beberapa kebijakan strategis untuk membentuk guru yang profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi.

"Peningkatan profesionalisme guru kedepan menjadi salah satu dari lima agenda utama pembangunan pendidikan nasional yang harus dilaksanakan," cetus Muhadjir.

Guru diakuinya, memiliki peran yang sangat mulia dan strategis dalam menentukan masa depan bangsa, tidak ada sosok sukses yang tidak terlewati dari sentuhan seorang guru.

"Kita dapat berdiri tegak sampai saat ini juga karena ditempa oleh peran guru. Di tangan para guru, pamong, dan tenaga pendidikan, masa depan kita menjadi taruhan melalui peserta didik di sekolah dan sanggar belajar," katanya.

Muhadjir menjelaskan, sejak ditetapkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, secara resmi guru dinyatakan sebagai pekerja profesional.

Harus diakui bahwa hingga kini profesionalisme guru di Indonesia belum memenuhi harapan, masih diperlukan upaya yang lebih keras, agar guru menjadi pekerjaan profesional.

"Pemerintah selama ini telah mengupayakan banyak hal agar para guru semakin profesional, tetapi upaya tersebut akan sia-sia tanpa keinginan keras dari pihak guru itu sendiri," tandasnya. (Antara)

Klik: Masih Ada Guru Bergaji Rp300 Ribu per Bulan


(TRK)