Hitam Putih Demokrasi Indonesia di Mata Ketua MPR

Pelangi Karismakristi    •    Kamis, 22 Sep 2016 18:11 WIB
mpr ads
Hitam Putih Demokrasi Indonesia di Mata Ketua MPR
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Foto:Dok.MPR)

Metrotvnews.com, Bandar Lampung: Indonesia menganut sistem demokrasi sejak 18 tahun yang lalu. Telah banyak kemajuan yang dihasilkan, namun masih banyak pula yang berkhianat pada pelaksanaannya.

"Kalau saya boleh katakan terjadi 'perselingkuhan' demokrasi, yang seharusnya melahirkan kesejahteraan. Tapi justru malah melahirkan kesenjangan," ucap Ketua MPR Zulkifli Hasan di Bandar Lampung, Kamis (22/9/2016).

Indeks gini ratio Indinesia, sambung Ketua MPR, sudah 0,41. Sebanyak 1 persen orang kaya menguasai 50 persen uang. Sebanyak 2 persen orang kaya menguasai 90 persen tanah.

Hal itu terjadi karena ada kerjasama dengan para pemilik modal, sehingga demokrasi menjadi mahal. Katakan saja misalnya ingin mencalonkankan diri menjadi kepala daerah, yang kini identik dengan money politic.

"Karena itu demokrasi kita menjadi sangat mahal. Maka terjadilah kesenjangan. Kesenjangan ini menjadi ancaman nyata karena akan menimbulkan instabilitas," katanya.

Akibatnya, selama 18 tahun demokrasi terbuka, demokrasi malah melahirkan kepala daerah bermasalah. "Dari 500-an kepala daerah, 300 di antaranya tersangkut kasus hukum dan masuk penjara," ujarnya.

Agar bisa kembali ke jalan yang benar, maka perlu kembali pada nilai-nilai ke-Indonesia-an dan jati diri bangsa.

"Kita sudah memiliki nilai-nilai luhur itu yang terkandung dalam empat konsensus berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika)," pungkas Ketua MPR.


(ROS)

Dua Pasangan Penantang Ahok-Djarot

Dua Pasangan Penantang Ahok-Djarot

5 hours Ago

Dua pasangan yang akan menantang pasangan Ahok-Djarot akhirnya resmi diumumkan dan didaftarkan …

BERITA LAINNYA
Video /