Presiden Diminta Cuti saat Kampanye

Intan Yunelia    •    Rabu, 14 Mar 2018 19:55 WIB
pilpres 2019
Presiden Diminta Cuti saat Kampanye
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Agus Suprapto

Jakarta: Presiden Joko Widodo diminta cuti saat kampanye Pilpres 2019. Namun, kewajiban cuti tidak harus diajukan selama masa kampanye. Artinya, hanya pada hari tertentu saja sesuai keinginan Jokowi. Hal itu sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
 
"Dalam berkampanye Presiden harus cuti dan semua aktivitasnya di luar tanggungan negara," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari kepada Metro TV, Rabu, 14 Maret 2018.
 
Meski berstatus sebagai presiden, Jokowi tetap warga negara Indonesia yang mempunyai hak untuk mencalonkan diri dan wajib mengikuti semua aturan yang ada.
 
"Presiden tidak boleh memakai fasilitas jabatannya selama masa pilpres. Kecuali keamanan," kata Hasyim.

Baca: Pilpres 2019 Milik Generasi Milenial

Dia menambahkan, cuti hanya digunakan saat kampanye saja. Bukan dalam masa kampanye sepenuhnya. "Di luar hari libur kerja. Dan, saat kampanye saja," kata Hasyim.
 
Hasyim menegaskan, cuti bukan berarti melepas jabatan Presiden. Sebab, jabatan Presiden itu melekat hingga masa baktinya habis selama lima tahun.
 
"Karena jabatan itu melekat dan yang bersangkutan berkepentingan untuk kampanye di Pilpres, maka fasilitas jabatan tidak boleh digunakan. Itu untuk menjaga netralitas dan mengantisipasi adanya fasilitas negara yang digunakan untuk kepentingan pribadi," tutur Hasyim.




(FZN)