TNI AU Siapkan Konsep Pertahanan Kontemporer

   •    Senin, 09 Apr 2018 13:58 WIB
alutsista tnitni au
TNI AU Siapkan Konsep Pertahanan Kontemporer
Jupiter Aerobic Team mempertunjukkan atraksi saat pesta rakyat dalam peringatan HUT ke-72 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu, 7 April 2018. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta: Menyambut hari ulang tahun ke-72, TNI Angkatan Udara menegaskan tengah menyiapkan konsep pertahanan kontemporer atau network centric warfare. Sejumlah pesawat tempur juga akan diganti dengan pesawat tempur yang lebih modern.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, mengatakan, TNI AU akan melanjutkan pembangunan kekuatan udara yang tertera di dalam Rencana Strategis IV Pertahanan 2020-2024.

"Kita akan mengganti pesawat Hawk 100/200 dengan pesawat tempur yang lebih modern, pengadaan pesawat tanker dan pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System), serta melanjutkan pengadaan radar GCI dan membangun network centric warfare," kata Yuyu, dalam amanatnya pada Peringatan HUT ke-72 TNI AU, di Lanud Halim Perdanakusuma,
Jakarta Timur, seperti dilansir Antara, Senin, 9 April 2018.

Saat ini, TNI AU berada pada dua tahun di akhir Renstra III (2015-2019) dan kebijakan kekuatan pokok minaml (MEF) tahap II. Menurut dia, TNI AU terus berusaha mewujudkan terpenuhinya pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti pesawat tempur pengganti F-5 dengan pesawat tempur generasi 4,5, pesawat angkut berat, pesawat multipurpose amphibious, pesawat helikopter angkut berat, pesawat tanpa awak (UAV), radar GCI, senjata udara, rudal penangkis serangan udara, serta fasilitas sarana danprasarana lainnya.

"Di penghujung Renstra IV, TNI AU akan mampu memantapkan jati diri sebagai tentara profesional dengan peralatan dan alutsista modern. TNI AU siap dihadirkan di mana dan kapan saja," kata Yuyu.

Menurut KSAU, membangun kekuatan udara tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap dan tidak mungkin menunggu sampai musuh datang menyerang atau mengeksplorasi potensi yang ada di wilayah dirgantara Indonesia. Mantan Pangkoopsau I ini menjelaskan, perlu sebuah konsep strategis dengan elemen yang terkait dengan tujuan, kepentingan, dan sasaran kebijakan. Termasuk, komitmen dan program yang realistis serta berkesinambungan.

"Kebijakan MEF merupakan jawaban yang tepat dan terus dilaksanakan," ujarnya.

Baca: 24 Pesawat F-16 Perkuat TNI AU

Yuyu mengutip pernyataan Presiden Soekarno pada peringatan lima tahun AURI, 9 April 1951. Soekarno mengatakan, "Jika Angkatan Perang kita hendak berdiri setaraf, setinggi, sederajat dengan angkatan perang dunia internasional, kita harus mempunyai Angkatan Udara yang sebaik-baiknya".

"Pernyataan Presiden pertama tersebut, menggambarkan keberadaan Angkatan
Udara dalam angkatan bersenjata yang bertugas menjaga kedaulatan negara, memiliki makna strategis dan penting dalam effect ditterent di bidang pertahanan sebuah negara," kata Yuyu.

Ia menambahkan, perkembangan lingkungan strategis dan pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan, memicu bentuk ancaman baru dan menyebabkan tantangan yang dihadapi TNI AU ke depan semakin berat.

Untuk itu, Yuyu mengimbau seluruh personel TNI AU membuat perencanaan yang baik serta saling bersinergi dan bekerja sama dengan segenap komponen bangsa dan rakyat.

"Tunjukkan bahwa personel TNI AU adalah insan dirgantara yang mengerti dan memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga pertahanan negara di udara," ucapnya.

Mengurangi demo udara

HUT ke-72 TNI AU dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Selain Panglima TNI yang duduk di kursi undangan, terlihat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi.

Sejumlah alutsista milik TNI AU terlihat terparkir di sekitar lokasi upacara, seperti pesawat tempur Sukhoi, T-50, F-16, pesawat angkut Hercules, dan CN-295.

Rangkaian perayaan HUT TNI AU sudah berlangsung sejak Sabtu, 7 April, dengan acara pesta rakyat. Yuyu mengatakan konsep HUT kali ini berbeda dibandingkan dengan milad tahun-tahun sebelumnya yang diwarnai demo udara pesawat tempur di langit Jakarta.

"Tahun ini kami kurangi demo udara yang besar-besaran. Tahun ini, kami lebih mendekatkan diri ke masyarakat," katanya.

Menurut dia, kegiatan perayaan HUT TNI AU ini sudah berjalan dari beberapa bulan lalu. Mulai dari foto, donor darah, hingga kuliner. Yuyu menjelaskan, dalam kegiatan ini, TNI ingin mendekatkan diri kepada masyarakat karena hakikatnya TNI untuk rakyat.

Pesta rakyat HUT TNI AU, kata Yuyu, juga diisi dengan sejumlah pameran alutsita hingga atraksi akrobatik pesawat TNI AU. Hadir pula 2.500 prajurit TNI AU.




(UWA)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

22 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA