Ketua DPR: Asian Games Harus Bersih dari Ancaman Terorisme

Antara    •    Rabu, 11 Jul 2018 10:47 WIB
terorismeasian games 2018
Ketua DPR: Asian Games Harus Bersih dari Ancaman Terorisme
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Arga Sumantri/Medcom.id

Jakarta: Kepolisian, TNI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) diminta untuk memastikan penyelengaraan Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang, harus bebas dari ancaman terorisme. Sehingga pelaksanaannya berjalan aman serta lancar.

"Ancaman sekecil apa pun tidak boleh ditolerir. Karena itu,  DPR mendorong Polri, TNI dan BIN meningkatkan intensitas operasi untuk melumpuhkan sekaligus mengeliminasi ancaman dari sel-sel teroris," kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Dia mengatakan DPR memberi perhatian serius pada insiden ledakan bom ikan di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur pada pekan lalu. Karena menjadi bukti tentang masih adanya sel-sel teroris yang aktif dan terus mengintai.

Dia menilai aktivitas sel-sel teroris tampak dari temuan yang menunjukan bahwa pemilik bom Pasuruan merupakan anggota jaringan teroris. "Pemilik bom Pasuruan berlatarbelakang mantan narapidana teroris (Napiter) yang bebas dari penjara Cipinang pada 2015. Dia berafiliasi dengan JAD Depok dan Medan, serta diduga terlibat ledakan bom sepeda di Kalimalang
pada 2010," ujarnya.



Bamsoet mengatakan dari catatan itu, patut diduga bahwa pemilik bom Pasuruan masih berinteraksi dengan rekan-rekannya sesama anggota jaringan teroris, dan juga menjadi petunjuk bahwa sel-sel teroris masih aktif. Sehingga berbagai kemungkinan tersebut harus diwaspadai bersama.

Dia mengingatkan bahwa, teroris selalu mencari momentum untuk beraksi. Misalnya, terduga teroris yang ditembak mati di jalan layang Pamanukan, Subang, Jawa Barat, pada 22 Juni 2018, diduga berencana melakukan teror saat pencoblosan Pilkada serentak pada 27 Juni 2018.

Karena itu menurut dia, pelaksanaan Asian Games yang akan dimulai pada 18 Agustus dan dihadiri delegasi dari 45 negara dengan jumlah atlet dan ofisial sebanyak 16 ribu orang harus diperhatikan aspek keamanannya. "Jelas bahwa keamanan penyelenggaraan Asian Games 2018 benar-benar menjadi pertaruhan bagi Indonesia," ujarnya.

Dia mengatakan, DPR mendorong Polri, TNI dan BIN semakin meningkatkan intensitas operasi untuk melumpuhkan sekaligus mengeliminasi ancaman dari sel-sel teroris.


(YDH)