Amien Rais: Kebijakan Pemerintah Jangan Buat Rakyat Ketakutan

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 22 May 2018 07:43 WIB
amien raiskebijakan pemerintah
Amien Rais: Kebijakan Pemerintah Jangan Buat Rakyat Ketakutan
Politkus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) berjalan keluar di gedung Nusantara II DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Foto: MI/Susanto).

Jakarta: Tokoh reformasi 98 Amien Rais mengingatkan pemerintah untuk tidak menimbulkan ketakutan pada masyarakat. Menurut Amien, kekuatan rakyat akan bangkit jika terus ditakut-takuti.

"Itu pengalaman di seluruh negara. Jika rezim beri ketakutan pada rakyatnya, rakyat diam. Begitu di titik tertentu akan meledak," kata Amien di acara refleksi 20 tahun reformasi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 21 Mei 2018.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta pemerintah tak mengambil kebijakan gegabah. Kebebasan berpendapat harus dijunjung tinggi, bukan dibungkam. 

"Jadi kita jaga, jangan sampai grusa grusu. Biarlah anak muda orang tua ngomong segala macam," jelasnya. 

Menurut Amien, tindakan pemerintah saat ini terkesan berlebihan. Berpendapat di media sosial malah justru ditangkapi.

"Jadi menurut saya sekarang ini yang penting pemerintah jangan overacting, tidak usah mengatakan misalnya ada guru mengatakan jangan-jangan teroris itu bikinan. Nah itu kan (ditangkap). Mungkin betul, mungkin enggak. Jangan sampai ada psychology of fear, ketakutan itu makin meledak dimana-mana nanti repot," jelas Amien. 

Justru kebebasan berpendapat ini, kata Amien, bagus untuk pemerintah. Rakyat bisa menilai langsung kinerja pemerintah dengan kritik dan masukan. 

"Justru kita sedang memantau sejauhmana rakyat menilai performance pemerintah saat ini malah bagus untuk mengkritik," ucapnya.

Amien menilai pemerintah saat ini terkesan takut kehilangan kekuasan. Ada upaya-upaya untuk membungkam pengkritiknya. 

"Saya juga pernah di politik. Pas saya kalah pilpres ya saya mundur. Ya sudahlah cuma di dunia ini, ada perputaran. Kita main cantik. Kekuasaan bukan selamanya, pasti akan punah," pungkasnya. 


(HUS)