Cak Imin Diminta Nyapres jika Ditolak Jokowi

Husen Miftahudin    •    Senin, 11 Jun 2018 02:56 WIB
pilpres 2019
Cak Imin Diminta <i>Nyapres</i> jika Ditolak Jokowi
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Medcom.id/Husen Miftahudin.

Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar fokus mencari dukungan demi menjadi pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019. Bila tak dipilih, pria yang kerap disapa Cak Imin itu diminta bertarung dengan Jokowi.

"Banyak kiai yang membisiki saya kalau Pak Jokowi enggak ngambil saya, para kiai menyarankan lebih baik saya nyapres daripada nyawapres (dari capres selain Jokowi)," ujar Cak Imin usai melepas ribuan pemudik di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Juni 2018.

Baca: Cak Imin Minta Doa Pemudik Jadi Wapres

Wakil Ketua MPR RI itu membeberkan alasannya. Para kiai meminta dirinya berjuang lebih keras bila maju sebagai capres. "Kalau ini enggak bisa bareng-bareng (dengan Jokowi), ya merintis lagi," ungkap dia.

Namun demikian, hingga saat ini para kiai tetap meminta Cak Imin untuk bisa mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Para kiai pun tak memberi tenggat waktu kepada Jokowi untuk menentukan Cak Imin sebagai cawapresnya.

"Akan ada munas (musyawarah nasional) yang akan memutuskan yang terbaik, munas di Jakarta nanti Agustus. Kita lihat, nanti Agustus pertemuan itu bersama Ketum PBNU, Rais Aam bersama seluruh kiai se-Indonesia kumpul, di situ yang akan memutuskan," tegas Cak Imin.

Cak Imin sedang berkonsentrasi bersosialisasi dan membuat posko Jokowi-Muhaimin (Join). Ia menegaskan, kiai dan ulama memintanya menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Baca: Cak Imin Pilih Mendampingi Jokowi Ketimbang Amien Rais

Cak Imin menilai, kia dan ulama memintanya menyempurnakan sosok Jokowi. Karena, Jokowi telah melakukan pekerjaan bagus di mata ulama. 

"Jadi lebih pada suara batin para ulama untuk menyempurnakan dari yang ada, menutupi lubang-lubang yang kurang yang selama ini ada. Apalagi di tengah persatuan dan kesatuan yang terkoyak dan ancaman radikalisme. Hanya kiai dan ulama yang saya ikuti," pungkas Cak Imin.


(DRI)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

20 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA