Semringah setelah Hidup Berubah

Media Indonesia    •    Senin, 17 Apr 2017 12:53 WIB
proyek semen rembang
Semringah setelah Hidup Berubah
Warga Desa Tegaldowo duduk di lantai satu saat menunggu kedatangan KomiiIV DPR yag ke lokasi pabrik Semen Indonesia di Keamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu 16 April 2017. Mereka berharap pabrik semen itu segera beroperas. Foto: MI/Haryanto

Metrotvnews.com, Rembang: Raut wajah Sri Wahyuni, 34, warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, semringah. Kebungahan (kegembiraan) hatinya itu tampak ketika anggota Komisi IV DPR RI berkunjung ke pabrik semen Rembang yang berada di dekat desanya pekan lalu.

"Kami semua sangat berharap agar Komisi IV DPR bisa ikut serta segera menyelesaikan persoalan yang menghambat beroperasinya pabrik semen," kata Sri yang kesehariannya berjualan warung makan di lokasi pabrik.

Sri mengungkapkan sebelumnya dirinya ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan, tapi kini bisa membuka warung makan. Bahkan, penghasilannya setiap harinya sekitar Rp2 juta.

Oleh karena itu, ia berharap Komisi IV dapat segera mendorong agar parik semen beroperasi. Ketua Komisi IV Eddy Prabowo pun menegaskan keberadaan pabrik semen di Rembang bermanfaat bagi warga sekitarnya sehingga jangan ada yang berupaya menghambat.

Menurut pengakuan Sri Wahyuni, bukan hanya dirinya yang kini hidup bergairah karena ada pendapatan. Warga lainnya juga mendapatkan berkah dengan berbagai pekerjaan lain sehingga perekonomian mereka terangkat.

Hal senada juga dikemukakan Suharti, 48. Guru TK itu memaparkan kini pemuda-pemudi di desanya disibukkan berbagai aktivitas dan pelatihan melalui program corporate social responsibility pabrik semen.

"Pabrik semen telah memberikan peluang kepada warga, khususnya ibu-ibu, dengan memberikan pelatihan tata boga, tata rias pengantin, dan menjahit," papar Suharti.

Kemudian bagi anak-anak yang berprestasi dan anak yang kurang mampu memperoleh beasiswa setiap enam bulan sekali. Bukan itu saja, warga Tegaldowo kini hidup lebih sehat karena memiliki WC.

"Tidak hanya Desa Tegaldowo, tapi juga Desa Timbrangan, Pasucen, dan Kajar di Kecamatan Gunem, serta Desa Kadiwono di Kecamatan Bulu. Mereka semua kesejahteraannya juga meningkat," tukas Tri Ningsih, 40, asal Desa Timbrangan.

Kepala Desa Pasucen, Salamun, mengatakan warganya berharap pabrik semen di Rembang tetap ada, beroperasi, dan berkembang. Itu disebabkan keberadaannya mengangkat ekonomi warga. Menurutnya, isu-isu negatif hanya muncul dari segelintir orang.

Mantan Kepala Desa Kajar, Sumindar, mengakui kini warga di desanya sudah tidak susah lagi mencari air bersih yang jauhnya sekitar 3 kilometer. Saat ini warga menikmati air di rumah masing-masing karena ada program pemipaan dari pabrik semen.

Pembangunan Pabrik Semen Lanjut

Warga dari lima desa yang berada dalam kawasan ring 1 meminta pembangunan pabrik dan pertambangan batu kapur PT Semen Indonesia Tbk di Rembang, Jawa Tengah (Jateng), dapat dilanjutkan.

Warga dari Desa Kajar, Kadiwono, Tegaldowo, Trimbangan, dan Pasucen itu juga menyesalkan langkah Komnas HAM yang telah mengirim surat kepada presiden agar menghentikan pembangunan pabrik BUMN tersebut.

"Langkah Komnas HAM ini telah membuat sebanyak 7.000 warga marah karena data yang digunakan persis dengan yang kontra pabrik," kata Ketua Tim Pembela Aset Negara Achmad Michdan di Kota Surakarta, kemarin.

Terkait dengan hal itu, sekitar 100 perwakilan warga akan mendatangi Komnas HAM hari ini. Achmad Michdan yang telah mendapatkan surat kuasa dari warga akan mendampingi mereka.

"Kedatangan kami bertujuan untuk menyampaikan bahwa apa yang terjadi selama ini tidak benar. Mereka harus mendapatkan data yang benar," tegasnya.

Anggota Tim Pembela Aset Negara Mahendradata menambahkan warga lima desa yang notabene berada sangat dekat dengan lokasi pabrik itu selama ini tidak merasa dirugikan. Sebaliknya, mereka malah merasa terbantu utamanya dari sisi peningkatan kesejahteraan.

Kehadiran pabrik semen itu telah membuka banyak peluang dan kesempatan di kawasan yang dikenal tandus tersebut, terutama karena anak-anak bisa mendapatkan pendidikan lebih baik, kaum ibu mendapatkan pelatihan keterampilan untuk berwirausaha, dan para pemuda mendapatkan pekerjaan.

Hal itu berdampak langsung pada meningkatnya kesejahteraan warga. "Tolok ukur paling mudah ialah angka pernikahan di bawah umur turun drastis. Salah satunya karena banyak sekolah yang didukung pabrik semen," kata Mahendradatta.

Kehadiran PT Semen Indonesia juga membawa perbaikan infrastruktur di sana.

Tadinya warga Desa Pasucen dan Kajar sangat kesulitan untuk memperoleh air bersih. Sekarang, setelah dilakukan pemipaan oleh pihak pabrik, persoalan tersebut telah ter-selesaikan.

Mahendradatta mengaku heran saat bermunculan aksi penolakan. "Intinya ialah gerakan kemarin termasuk mengecor kaki itu bukanlah warga Rembang, melainkan mengatasnamakan warga Rembang," tegasnya.


(MBM)