Agar Kuota Keterwakilan Perempuan di DPR Terpenuhi

   •    Kamis, 20 Apr 2017 17:58 WIB
dpr
Agar Kuota Keterwakilan Perempuan di DPR Terpenuhi
Ruang rapat anggota DPR. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi II DPR RI Hetifah Syaifudian mengatakan kuota keterwakilan 30% perempuan di Parlemen belum maksimal. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri realitas keterwakilan perempuan di Parlemen terus meningkat.

Pada pemilu legisltaif 2004 keterwakilan perempuan ada sebanyak 11 persen, kemudian pada pemilu 2009 sebanyak 18 persen, dan pemilu 2014 sebanyak 17 persen.

"Di negara demokrasi seperti Indonesia, perlu ada anggota Parlemen perempuan. Kalau tidak ada anggota Parlemen perempuan, itu tidak demokratis," kata Hetifah saat diskusi Dialektika Demokrasi: Kartini Bicara Pemilu di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Hetifah melihat, pemilu sebagai instrumen yang baik dalam rekrutmen perempuan sebagai anggota Parlemen, guna melahirkan pemimpin berkualitas. Meskipun dalam undang-undang telah memberikan ruang 30% keterwakilan perempuan di DPR, tapi realitasnya baru saat ini sekitar 18%.

"Perlu ada kemudahan bagi perempuan untuk menjadi anggota DPR RI, seperti penempatan caleg di nomor urut pertama dan dari daerah pemilihan yang potensial terpilih," ujar dia.

Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Dwi Septiawati menambahkan guna menambah jumlah perempuan di Parlemen, isu perempuan mesti terus disuarakan. Ia juga mengusulan agar perempuan ditempatkan dalam daftar caleg urutan pertama dan diusulkan dari daerah pemilihan yang kemungkinan besar terpilih.

Karena undang-undang telah memberikan ruang 30%, menurut Septi, perempuan perlu menyiapkan diri menjadi figur berkualitas. "Perempuan berkualitas yang memiliki karakter kuat, wawasan luas, pengetahuan politik yang baik," katanya. (Antara)


(TRK)