Yenny Wahid Ingatkan Saling Hujat Harus Dihentikan

Husen Miftahudin    •    Kamis, 18 May 2017 06:38 WIB
toleransi beragama
Yenny Wahid Ingatkan Saling Hujat Harus Dihentikan
Direktur Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid--MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau dikenal dengan Yenny Wahid mengkritik sikap pendukung Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan. Kedua pendukung kata dia seharusnya seperti seorang petarung yang siap menerima kekalahan dengan berbesar hati dan siap menerima kemenangan dengan tidak tinggi hati.

Terpenting, kedua pendukung tidak saling menghujat dengan menggunakan isu SARA. Keduanya harus menahan diri agar tidak menimbulkan konflik yang nantinya berakibat fatal bagi tenunan kebangsaan.

"Kata-kata seperti kafir atau munafik atau anti kebinekaan lebih baik kita simpan dalam percakapan pribadi saja, tidak perlu ditebar di ruang publik. Karena hanya akan menimbulkan luka," tegas Yenny kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Putri kedua Presiden RI ke IV, Abdurahman Wahid ini sependapat dengan Joko Widodo yang risau akan gejala konflik berbau SARA di masyarakat. Menurut Yenny, berkali-kali Jokowi memanggil tokoh lintas agama agar Indonesia tak seperti negara-negara Timur Tengah yang porak poranda akibat konflik saudara sebangsa.

Melirik Suriah, Mesir, dan Lebanon maka tepat langkah Jokowi untuk merajut kembali tenun kebangsaan yang mulai robek sana-sini lewat pertemuan lintas tokoh di Istana Negara. Yenny menyebut, negara-negara Timur Tengah itu awalnya aman dan damai, namun persatuan mereka teriris lantaran kedua pihak tak sanggup menahan diri dalam ego masing-masing.

"Kita melihat bagaimana mudahnya negara yang tadinya aman dan damai tiba-tiba terlibat dalam perang saudara karena posisi politik masyarakatnya yang berbeda sangat tajam telah mengiris benang persatuan di negaranya," papar dia.

Indonesia sendiri, aku Yenny, pernah terjebak dalam konflik yang mematikan karena membawa isu SARA. Konflik di Ambon dan Sampit menjadi pelajaran berharga Pemerintah Indonesia karena ratusan nyawa melayang sia-sia.

Yenny yakin masyarakat Indonesia saat ini tidak mau konflik-konflik tersebut kembali terulang. Maka itu, terpenting adalah saling menahan diri dan mengedepankan persatuan bangsa dalam bersikap.

"Saling menghujat dan gontok-gontokan mungkin bisa memuaskan ego politik, tapi kenikmatan sesaat tersebut berdampak besar dalam merobek tenun kerukunan bangsa kita," Yenny mengingatkan.


(REN)