Gubernur Lemhannas: Indonesia Masih Transisi Demokrasi

   •    Jumat, 19 May 2017 14:10 WIB
demokrasi
Gubernur Lemhannas: Indonesia Masih Transisi Demokrasi
Gubernur Lemhannas RI Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo di Kantor Lemhannas, Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan, saat ini Indonesia masih dalam proses transisi berdemokrasi. Masih banyak elemen yang mencari penyelesaian masalah di luar prinsip dan konsep sebuah negara demokrasi.

"(Demokrasi) kita akan selesai apabila semua warga percaya pada sistem ini. Di masyarakat kita masih terlalu banyak yang ingin mencari penyelesaian di luar demokrasi," kata Agus di sela-sela Jakarta Geopolitical Forum yang digelar Lemhannas, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat 19 Mei 2017.

Jangan heran, kata dia, saat ini di tataran arus bawah masih terjadi sejumlah gesekan atas nama suku, agama, ras, dan antargolongan.

Proses transisi demokrasi yang tengah diperjuangkan, lanjutnya, banyak dipengaruhi keadaan dan tekanan geopolitik global. "Ada pengaruh dari luar yang mencoba masuk dan mengubah konsep strategis Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi," katanya.

Menurut dia, geopolitik merupakan sesuatu yang menghubungkan kondisi internal sebuah negara dengan kondisi eksternal. Oleh karena itu, perlu "strategic culture" yang mengarah ke luar.

"Jika terlalu berorientasi ke dalam, kita mudah terjebak ke dalam teori konspirasi. Sebaliknya, jika terlalu melihat keluar, akan ada pengaruh dar sumber-sumber gagasan luar yang masuk ke dalam negeri," ucapnya.

Untuk itu, tambah dia, bangsa Indonesia harus mengimbangi dengan menginventarisasi apa saja kekuatan dan kelemahan Indonesia agar berbagai pengaruh geopolitik global yang tak sesuai tujuan nasional dan konsesus kebangsaan bisa ditangkal.




(UWA)

3 <i>'Cluster'</i> Besar Pemain Korupsi KTP-el

3 'Cluster' Besar Pemain Korupsi KTP-el

2 hours Ago

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membagi pihak yang terseret kasus…

BERITA LAINNYA