Yenny Wahid Minta Masyarakat Teladani Sikap Prabowo-Jokowi

Husen Miftahudin    •    Rabu, 17 May 2017 19:07 WIB
nkri
Yenny Wahid Minta Masyarakat Teladani Sikap Prabowo-Jokowi
Yenny Wahid. Foto: MI/M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Konflik yang terjadi pada kontestasi Pilkada DKI Jakarta semakin meluas. Konflik itu menggelinding menjadi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di sejumlah daerah. Kebinekaan yang menyatukan bangsa diuji dari berbagai sisi.

Direktur Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau dikenal Yenny Wahid, menyayangkan aksi-aksi yang terjadi belakangan ini. Demo penolakan kedatangan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Manado dan penolakan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis di Aceh dianggap menjadi sikap yang jauh dari nilai luhur Pancasila.

Padahal, jauh sebelum Pilkada DKI, ada pilpres yang kondisinya tak jauh berbeda. Namun, menurut putri kedua mantan Presiden Abdurahman Wahid ini, sikap dan keteladanan Prabowo Subianto dan Joko Widodo perlu ditiru. Pun para pedukungnya yang meskipun berkonflik, tidak berlarut seperti saat ini.

"Kita harus mencontoh Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang saling berkunjung, bertegur sapa, dan berdialog dalam menjalani dinamika politik negeri ini," ujar Yenny kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Menurut Yenny, sikap Prabowo-Jokowi serupa dengan Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama-Anies Baswedan. Sayangnya, sikap para petarung yang berkontestasi di Pilkada DKI itu tidak diteladani oleh para pendukung.

"Kita juga harus mencontoh Pak Ahok dan Pak Djarot yang membuka pintu akses seluas-luasnya bagi Pak Anies dan Pak Sandi sehari sesudah pencoblosan. Mereka duduk bersama, minum teh bersama, dan berunding bagi kepentingan warga DKI," tutur dia.

Sikap keras kedua pendukung tidak akan membawa manfaat bagi Jakarta dan bangsa. Demikian juga pengusiran-pengusiran yang terjadi terhadap para tokoh. Padahal, kesantunan melekat erat pada diri warga Indonesia sehingga banyak turis asing betah berlama di Indonesia.

"Kalau kepada turis dan orang asing saja kita bisa sopan, bukankah akan lebih mulia kalau kita juga saling menghormati sesama warga bangsa? Demo boleh, namun harus tetap tertib dan jangan melanggar hukum," kata Yenny.




(UWA)