Minus Growth Jadi Cara Pemerintah Mereformasi Birokrasi

   •    Kamis, 14 Sep 2017 16:01 WIB
seleksi cpns
<i>Minus Growth</i> Jadi Cara Pemerintah Mereformasi Birokrasi
Puluhan peserta seleksi CPNS memperhatikan tata cara pelaksanaan Ujian Sistem CAT di Kantor Regional XI Badan Kepegawaian Negara di Manado, Sulawesi Utara. (Foto: ANTARA/Adwit Pramono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsa Atmaja mengatakan saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan minus growth dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil.

Hal ini ditandai dengan kuota penerimaan CPNS pada 2017 hanya sekitar 40 ribu lebih orang, sementara aparatur sipil negara yang akan pensiun di tahun yang sama jumlahnya sekitar 130 ribu lebih.

"Kita memandang komposisi kita harus dibetulkan. Jabatan administrasi yang bersifat umum masih terlalu banyak makanya pemerintah sangat selektif dalam penerimaan dan hanya untuk jabatan yang bersifat teknis saja demi mendukung organisasi mencapai tujuannya dan efisiensi anggaran," ungkap Setiawan, dalam Metro Pagi Primetime, Kamis 14 September 2017.

Tak hanya merampingkan komposisi, pola minus growth juga dilakukan untuk menekan perilaku-perilaku koruptif yang dilakukan para aparatur sipil negara terdahulu. Karenanya, rekrutmen menjadi salah satu pertimbangan penting untuk menjaring para aparatur negara yang baru.

Tidak hanya dari rekrutmen, dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang lebih efektif dan efisien, pemerintah juga melakukan pembenahan dari sisi lain. Misalnya dari pola dan jenjang karier hingga remunerasi.

"Inilah kenapa minus growth. Harapannya suatu saat berkurang, kalau berkurang jumlahnya secara kuantitas kita bisa barangkali menaikkan remunerasinya yang lebih pantas. Ini pertimbangan yang kita akan mainkan," katanya.

Pengetatan pada saat seleksi dan tes pun dilakukan. Misalnya saja masing-masing CPNS pada tes kompetensi dasar harus mampu menguasai tes intelegensia, karakteristik pribadi dan wawasan kebangsaan.

"Jadi seruan Saya Indonesia, Saya Pancasila itu bukan hanya seruan. Tapi benar-benar dituangkan dalam tes. Ketika tes kompetensi dasar dinyatakan memenuhi syarat, akan lebih mudah bagi para calon untuk mengembangkan diri selanjutnya," katanya.

Dia menambahkan, "Yang paling penting mereka masuk dengan usahanya sendiri. Karenanya, mereka pun tidak berpikir bahwa saya utang budi dengan seseorang. Filosofi ini harus kita tanamkan pada teman-teman yang baru lulus."




(MEL)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

2 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA