Muhammadiyah Menyesalkan Pembatalan Sekolah 5 Hari

Ilham wibowo    •    Senin, 19 Jun 2017 19:47 WIB
pendidikan
Muhammadiyah Menyesalkan Pembatalan Sekolah 5 Hari
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Foto: MI/Arya

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyesalkan pembatalan kebijakan yang sedang digodok Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi terkait penerapan sekolah lima hari. Padahal, kebijakan itu bukan barang baru di Tanah Air.
 
"Dalam situasi sekarang ini, semestinya memberikan kesempatan untuk siapapun bekerja sebaik-baiknya," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada Metrotvnews.com, Senin 19 Juni 2017.
 
Menurutnya, Presiden Joko Widodo seharusnya tegas mendukung program peningkatan karakter anak bangsa ini. Sebab, metode sekolah lima hari hadir dari nawacita Jokowi yang dicanangkan semasa kampanye
 
"Kami mohon ini jangan dipolitisasi, dan kami mohon presiden tegas. Sebab, pelaksanaan ini merupakan bagian dari nawacita," ujarnya.
 
Abdul menyesalkan kritikan juga muncul dari sesama mentri di Kabinet Kerja. Menurutnya, apa yang dilakukan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Yohana Susana Yembise) terhadap Muhadjir tidak etis. Sebab, apa yang dituliskan Muhadjir merupakan bagaikan dari kebijakan yang dirancang Presiden Jokowi.
 
"Mentri itu pembantu presiden. Apa yang dilakukan mentri pendidikan ini bagian dari nawacita program presiden, sesama mentri sesungguhnya harus mendukung kebijakan mentri lainnya," kata Abdul.
 


(FZN)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

4 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA