Presiden Minta Pembiayaan Infrastruktur Nonanggaran Pemerintah Digiatkan

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 17 Feb 2017 11:58 WIB
presiden jokowi
Presiden Minta Pembiayaan Infrastruktur Nonanggaran Pemerintah Digiatkan
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mendorong agar pembangunan infrastruktur mengunakan model pembiayaan investasi non anggaran pemerintah (PINA). Pasalnya, pembangunan akan sulit dilakukan jiika hanya mengandalkan anggaran dari Pemerintah.
 
"Model pembiayaan infrastruktur yang bersumber dari non anggaran pemerintah, sekali lagi harus kita digiatkan," kata Jokowi dalam financial close PINA di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat 17 Februari 2017.
 
Menurut dia, negara lain seperti Kanada dan Malaysia sudah menerapkan hal serupa. Mereka menggunakan dan mengalokasikan dana-dana pensiun, dana-dana kelolaan jangka panjang untuk masuk ke bidang infrastruktur.
 
Jokowi menekankan Indonesia tidak boleh tertinggal. Di era persaingan dan kompetisi global, Pemerintah tidak perlu banyak beretorika, harus berani mendobrak pakem. "Melakukan terobosan. Kalau tidak, ditinggal kita," tekan Jokowi.
 
Pemerintah, kata Jokowi, sejak awal memandang pembangunan infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan infrastruktur akan membuka banyak lapangan kerja, menumbuhkan usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah.
 
"Oleh sebab itu, saya menghargai dijalankannya terobosan-terobosan seperti mekanisme pembiayaan investasi non anggaran pemerintah atau PINA yang melengkapi skema pembiayaan infrastruktur kita, selain skema kerja sama Pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau private public partnership (PPP)," jelas dia.
 
Kepala Negara menyambut baik financial closing Waskita Toll Road sebagai sebagai proyek PINA pertama ini. "Saya berharap ini menjadi awal yang baik, yaitu dipercepatnya pembiayaan investasi Waskita Toll Road senilai Rp70 triliun," jelas dia.
 
Model pembiayaan seperti ini, kata Jokowi, harus diperluas implementasinya. Tidak hanya untuk jalan tol, tapi ke berbagai sektor lainnya, seperti pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, hingga kilang minyak.
 
Jokowi menerangkan, dengan pembangunan tol laut saja bisa meramaikan pelabuhan di daerah. Kapal-kapal datang secara rutin sehingga ekonomi warga sekitar bisa bergairah.
 
"Kenapa? Karena ada pedagang datang membeli kopra di kampung-kampung. Pedagang itu bisa membawa barang-barang itu karena ada kapal yang jelas. Kapan kapal itu tiba, kapan kapal itu berangkat," pungkas dia.
 
 
 


(FZN)

KPK Tegaskan Penuhi Aspek Hukum dan Medis dalam Penanganan Novanto

KPK Tegaskan Penuhi Aspek Hukum dan Medis dalam Penanganan Novanto

16 minutes Ago

KPK menegaskan sudah bertindak sesuai prosedur terhadap Setya Novanto. 

BERITA LAINNYA