Wapres Kalla Beri Pengarahan kepada Calon Dubes RI

Dheri Agriesta    •    Jumat, 09 Nov 2018 13:24 WIB
duta besar
Wapres Kalla Beri Pengarahan kepada Calon Dubes RI
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla--Medcom.id/Dheri Agriesta.

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pengarahan kepada calon duta besar Indonesia yang akan diberangkatkan ke lokasi penugasan. Pengarahan ini merupakan bagian dari orientasi.

"Pada hari ini Bapak Wakil Presiden, berkenan untuk memberikan masukan dan pengarahan bagi para calon kepala perwakilan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Kemenlu, Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018.

Arrmanatha menyebut para calon dubes mendapatkan pengarahan dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Seminggu terakhir ini para duta besar mendapatkan pengarahan dan masukan dari para menteri," ujarnya.

Kemudian pengarahan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Komisi Pemilihan Umum. Sehingga, para calon dubes memiliki bekal menghadapi berbagai persoalan saat bertugas di negeri sahabat.

Baca: Presiden akan Lantik 17 Dubes RI Hari Ini

Pengarahan tersebut dihadiri 22 calon duta besar dan duta besar, satu calon konsulat jenderal, dan dua calon wakil tetap Republik Indonesia di New York, Amerika Serikat. Arrmanatha menyebut Wapres Kalla menekankan para calon dubes harus menjadi perpanjangan tangan negara.

Para calon dubes diminta mengedepankan kepentingan nasional. "Dalam hal ini yang didorong oleh Bapak Wakil Presiden terkait dengan kerja sama ekonomi," kata dia.

Berikut daftar lengkap 22 Dubes RI dan penempatannya:

1. Abdul Kadir Jaelani untuk Kanada merangkap ICAO, berkedudukan di Ottawa.

2. Abdurachman Hudiono Dimas Wahab untuk Republik Hungaria, berkedudukan di Budapest.

3. Al Busyra Basnur untuk Republik Demokratik Federal Etiopia merangkap Republick Djibouti dan African Union, berkedudukan di Addis Ababa.

4. Adriana Supandy untuk Papua Nugini merangkap Kepulauan Solomon, berkedudukan di Port Moresby.

5. Arrmanatha Christiawan Nasir untuk Republik Perancis merangkap Kepangeranan Andorra Keharyapatihan Monaco dan UNESCO, berkedudukan di Paris.

6. Berlian Napitupulu untuk Republik Demokratik Korea, berkedudukan di Pyongyang.

7. Cheppy T Wartono untuk Republik Meksiko Serikat merangkap Belize, Republik El Savador, dan Republik Guatemala, berkedudukan di Mexico City.

8. Dewa Made Juniarta Satrawan untuk Republik Zimbabwe merangkap Republik Zambia, berkedudukan di Harare.

9. Edy Yusup untuk Republik Federasi Brasil, berkedudukan di Brasilia.

10. Hajriyanto Thohari untuk Republik Lebanon, berkedudukan di Beirut.

11. Hasrul Azwar untuk kerajaan Maroko merangkap Republik Islam Mauritania, berkedudukan di Rabat.

12. Julang Pujianto untuk Republik Suriname merangkap republik Guyana, berkedudukan di Paramaribo.

13. Kenssy Dwi Ekaningsih untuk Republik Ceko, berkedudukan di Praha.

14. Ll. Muhammad Iqbal untuk Republik Turki, berkedudukan di Ankara.

15. Mahendra Siregar untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington DC.

16. M Chandra Widya Yudha untuk Republik Serbia merangkap Montenegro, berkedudukan di Beograd.

17. Muhammad Anshor untuk Republik Chile, berkedudukan di Santiago.

18. Siti Nugraha Mauludiah untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa.

19. Sunaryo Kartadinata untuk Republik Uzbekistan merangkap Republik Kirgizstan, berkedudukan di Tashkent.

20. Tri Tharyat untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City.

21. Usra Hendra Harahap untuk Republik Federal Nigeria, merangkap Benin, Republika Burkina Faso, Republik Gabon, Republik Ghana, Republik Khamerun, Republik Kongo, Republik Liberia, Republik Niger, Republik Demokratik Sao Tome dan Principe, Republik Togo, dan ECOWAS, berkedudukan di Abuja.

22. Wajid Fauzi untuk Republik Arab Suriah, berkedudukan di Damaskus.


(YDH)