Elektabilitas Demokrat Dinilai Terancam Gara-gara Andi Arief

K. Yudha Wirakusuma    •    Selasa, 08 Jan 2019 17:13 WIB
hoax
Elektabilitas Demokrat Dinilai Terancam Gara-gara Andi Arief
Ilustrasi--Medcom.id

Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono, diharap segera mengambil langkah, terkait cuitan Wasekjen PD, Andi Arief. Jika tidak, elektabilitas Partai Demokrat terancam tergerus.

"Berbagai kabar bohong dan ketidaksantunan yang disebarkan Andi Arief, menurut hemat saya, akan menggerus suara Partai Demokrat pada Pemilu 2019," kata Doktor Ilmu Politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino, Selasa, 8 Januari 2019.

Menurutnya, pemilih Indonesia akan merespons negatif kabar bohong yang diproduksi, serta ketidaksantunan. Sebab para pemilih sudah jenuh dengan politik kotor yang selama ini ada.

Leo mengaku dirinya belum bisa mengerti bagaimana logika Andi Arief, maupun logika petinggi PD seperti SBY yang membiarkannya bertindak. Khususnya saat turut menyebar berita bohong soal adanya 7 kontainer berisi surat suara sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

Beredarnya kabar bohong demikian diduga untuk 'menembak' lembaga penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Menurut pendapat Saya sudah kelewat batas. Dengan “menembak” penyelenggara Pemilu. Saya kira pemilih menjadi lebih tidak lagi tertarik lagi dengan Partai Demokrat. Ini karena Demokrat dianggap sama saja dengan partai penyebar hoaks lainnya," kata Leo.

Karena itu, sebagai partai pemenang pemilu 2009, Leo menyayangkan bila PD tenggelam di pemilu 2019 hanya karena tak mengantisipasi faktor seperti Andi Arief.

"Oleh karena itu, SBY harus mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi menurunnya suara PD pada Pemilu 2019. Ketergerusan PD, apabila tidak diantisipasi, akan berimplikasi juga pada threshold mereka. Sebab itulah, Saya pikir, SBY harus turun gunung untuk menyelesaikan hal ini," ungkap Leo Agustino.

Baca: Jubir TKN Minta Polri Periksa Andi Arief

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Lena Maryana Mukti meminta polisi memeriksa Wakil Sekretatis Jenderal Partai Demokrat Andi Arief terkait kabar bohong tujuh kontainer surat suara tercoblos. Andi Arief ikut mempertanyakan kabar itu melalui cuitan di Twitter.

"Ditelusuri saja karena kan ngakunya (cuitan itu) sifatnya pertanyaan, tapi kalau bentuknya pertanyaan yang saya dengar kan tweet-nya itu juga sudah terhapus tidak bisa lagi diakses. (Perlu diselidiki) apakah niatnya supaya tidak diretweet sehingga menjadi kebohongan-kebohongan yang lain atau punya maksud yang lain itu didalami saja," kata Lena kepada Medcom.id, Sabtu, 5 Januari 2019.


(YDH)