Museum DPR Disarankan Pajang Patung Pimpinan

Husen Miftahudin    •    Jumat, 13 Oct 2017 07:19 WIB
museumdpr
Museum DPR Disarankan Pajang Patung Pimpinan
Ilustrasi--Museum DPR, Kompleks DPR Senayan--Antara/Rosa Pangabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana melakukan sidak ke beberapa museum. Salah satunya Museum DPR RI.

Museum DPR merupakan museum bidang politik yang memperlihatkan perjalanan sebuah bangsa dalam peran, tugas dan fungsi DPR/MPR. Salah satu perannya adalah mengukuhkan dan meneguhkan empat pilar kebangsaan.

Putu menganggap koleksi di Museum DPR kurang lengkap. Menurutnya, perlu peningkatan dan konsep yang lebih komprehensif dalam mengelola dan menampilkan sejarah perjalanan DPR.

"Ke depan saya berharap Museum DPR ini mempunyai ruang yang lebih luas dan representatif. Selain itu posisinya strategis guna memudahkan para pengunjung untuk menikmati koleksi dan narasinya," ungkap Putu, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Putu menyarankan di Museum DPR memajang patung pimpinan DPR dari pertama hingga sekarang. Kemudian, ditampilkan pula foto-foto perkembangan DPR dan dokumen-dokumen awal terbentuknya DPR RI secara digitalisasi.

"Agar masyarakat lebih mendapatkan informasi secara menyeluruh dan mengetahui secara lengkap. Di samping itu peningkatan dalam bidang tata letak, tata kelola dan marketing museum tentu perlu ditingkatkan agar museum dapat menjadi tujuan utama dan pertama para wisatawan," ungkapnya.

Anggota Komisi X asal Bali ini berharap, Sapta Karsa dapat diwujudkan guna memuliakan permuseuman di Indonesia. Sehingga nantinya museum bisa menjadi rumah besar kebudayaan Nusantara.

Sapta Karsa adalah tujuan permuseuman di Indonesia yang berisi tujuh harapan utama. Diantaranya adalah mewujudkan UU Permuseuman, pembentukan Badan Museum, pembentukan Lembaga Sertifikasi dan Akreditasi, penganggaran museum yang lebih komprehensif, peningkatan dan pengaturan SDM yang lebih terkelola baik dan berjenjang, kelembagaan museum yang lebih strategis serta menghadirkan kembali Gerakan Nasional Cinta Museum.

"Selama ini manajemen pengelolaan museum belum komprehensif, minim anggaran dan lemah pengelolaan sumber daya manusianya," terangnya.
 
Anggaran yang tersedia dianggap hanya menjangkau revitalisasi fisik dan tata letak saja. "Belum mampu memberikan peningkatan baik dalam manajemen ataupun marketing yang lebih terarah dan terfokus kepada peningkatan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap museum," papar Putu.

Momentum Hari Museum Indonesia yang jatuh pada 12 Oktober diharapkan mampu menggerakan dan menumbuhkan minat masyarakat. Untuk mengenal, memahami, mencintai dan memanfaatkan museum sebagai tempat inspirasi dan rekreasi sekaligus tempat edukasi bagi semua pihak.

"Kehadiran museum itu penting karena kita dapat secara langsung melihat dan berinteraksi dengan mahakarya, artefak ataupun objek secara jelas untuk memahami makna sejarah dan keluhuran nilainya. Jadi lebih baik dan komprehensif jika datang langsung ke museum untuk mendapatkan kemuliaan gagasan dan pencapaian para pendahulu kita," tutup Putu.


(YDH)