Jimly Asshiddiqie: Berdemokrasi Jangan Dibiarkan Bablas

Whisnu Mardiansyah    •    Sabtu, 15 Jul 2017 17:10 WIB
perppu pembubaran ormas
Jimly Asshiddiqie: Berdemokrasi Jangan Dibiarkan Bablas
Jimly Asshiddiqie. Foto: Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyadari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan masih menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun, Jimly sepakat pemerintah harus mengatur kebebasan dalam berserikat.

"Justru dalam sistem demokrasi ini kita memerlukan hadirnya kepemimpinan negara. Jangan biarkan semua orang bebas, bablas tanpa kontrol," kata Jimly di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 15 Juli 2017.

Menurut dia, masyarakat selama ini kerap menyalahgunakan demokrasi yang membebaskan orang untuk bersuara, berkelompok dan berserikat. Misalnya, membuat organisasi yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa.

Hal itu kemudian menimbulkan pro dan kontra, sehingga membuat perpecahan di kalangan masyarakat. Menurut dia, hal inilah yang perlu diatur dan ditertibkan oleh pemerintah.

"Sama juga mau bikin pendapat khilafah Islamiyah. Sebagai pribadi ya halal, boleh, silakan. Tapi begitu membuat organisasi mau bikin khilafah pusatnya di Indonesia, negara lain jadi provinsi ya enggak boleh," jelasnya.


(AZF)

KPK Kantongi Bukti Baru Kasus Novanto

KPK Kantongi Bukti Baru Kasus Novanto

17 minutes Ago

KPK menyatakan telah mengantongi bukti baru dari tersangka kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto.

BERITA LAINNYA