Distribusi Bansos Nontunai akan Lebih Cepat

   •    Kamis, 20 Apr 2017 10:24 WIB
dana bansos
Distribusi Bansos Nontunai akan Lebih Cepat
Warga memperlihatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan saat peluncuran bansos nontunai di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/2/2017). Antara Foto/Yusran Uccang/aww/17.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Sosial menyiapkan layanan bergerak bantuan sosial nontunai untuk mempercepat distribusi dan memudahkan para penerima manfaat dalam mencairkan bantuan.

"Untuk memperluas pelayanan penjangkauan penerima manfaat, agen bank dan agen e-warong yang akan mendatangi menggunakan sepeda motor," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kamis 20 April 2017.

Mensos dalam arahannya pada acara Bimbingan Teknis Pendampingan Sosial Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Surabaya mengatakan, di bagian belakang motor tersedia kotak besar untuk menempatkan bahan pangan. Mereka berkeliling dengan membawa mesin electronic data capture (EDC).

Khofifah mengatakan, layanan bergerak tersebut akan diluncurkan pada Mei 2017. Untuk mewujudkan layanan bergerak tersebut, Mensos telah berkomunikasi dengan menteri BUMN, para direktur Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan direktur Telkom untuk bersinergi.

Himbara akan mendukung penyiapan layanan bergerak bansos nontunai, sedangkan Telkom akan mendukung dan memastikan ketersediaan jaringan internet mengingat pencairan menggunakan mesin EDC.

Untuk tahap awal, layanan diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT. Tahun depan, layanan akan ditambah bantuan elpiji dan subsidi listrik yang merupakan program Kementerian ESDM.

Jumlah penerima BPNT pada 2017 sebanyak 1,2 juta keluarga di 44 kota. Jumlah tersebut akan meningkat menjadi 10 juta keluarga pada 2018.

Untuk pencairan BPNT telah disiapkan e-warong yang dikelola oleh penerima manfaat KUBE dan PKH, agen bank milik Himbara dan Rumah Pangan Kita yang dikelola Bulog.

"Namun jumlahnya belum mencukupi, sehingga harus mengambil langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan agen yang cukup besar. Diperkirakan kebutuhan layanan elektronik warong mencapai 10 ribu unit untuk 10 juta keluarga," ujar Mensos.

Tingginya kebutuhan terhadap layanan e-warong, diharapkan akan terpenuhi dengan adanya Layanan Bergerak Bansos Non Tunai. Untuk tahap awal, layanan ini akan disiapkan di Mojokerto, Solok, dan
Trenggalek. (Antara)


(TRK)