Siti Nurbaya Beberkan Kiat Jadi Menteri "Zaman Now"

Media Indonesia    •    Jumat, 17 Nov 2017 10:06 WIB
kabinet jokowi-jk
Siti Nurbaya Beberkan Kiat Jadi Menteri
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Bonn: Di sela kunjungannya ke Bonn, Jerman, untuk mengikuti Konferensi Perubahan Iklim PBB VOP 23, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, 61, menyempatkan diri berdiskusi dengan para mahasiswa. Diskusi berlangsung pada Rabu malam, 15 November 2017.

Para mahasiswa merupakan anggota Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI) Bonn. Dalam pertemuan santai yang berlangsung hangat itu, berbagai topik dibahas. Mulai berbagi pengalaman hidup di negeri orang, masalah lingkungan, hingga isu-isu politik. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan kepada Siti ialah bagaimana rasanya jadi seorang menteri?

Menjawab pertanyaan tersebut, Siti mengawali dengan menceritakan perjalanan kariernya dari seorang PNS biasa di daerah hingga duduk sebagai Sekjen DPD lalu masuk ke partai politik hingga menjadi menteri.

"Menjadi menteri zaman sekarang harus sigap dan benar-benar menguasai bidang kerjanya. Kalau tidak, bisa 'babak belur'," ujarnya pada jamuan makan malam yang dihadiri 20-an mahasiswa itu.

Ia menjelaskan keharusan itu tidak lepas dari pola kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang menurutnya sangat strategis sekaligus mendetail.

"Beliau menguasai makronya, juga detailnya. Jadi setiap menteri dituntut untuk mengimbangi dengan benar-benar memahami bidang kerjanya."

Tak hanya itu, seorang menteri di era sekarang juga dituntut untuk lebih banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat. Lagi-lagi, menurutnya, hal itu juga terkait dengan pola komunikasi Presiden yang kerap terjun langsung menyapa dan menampung aspirasi masyarakat.

Interaksi yang dimaksud tentu tidak sebatas temu muka, bisa juga melalui sarana komunikasi di internet.

"Di (akun) WhatsApp saya, setiap hari masuk sekitar 3.000-an pesan. E-mail juga banyak, bisa 2.000-an e-mail seminggu. Isinya, sebagian besar keluhan. Dari yang kecil-kecil, misalnya ada tetangga yang pelihara ayam dan kotorannya bikin bau enggak sedap, sampai masalah-masalah besar," tuturnya.

Satu lagi, lanjut dia, menteri zaman sekarang juga harus mampu memanajemen perkembangan isu di media sosial.

"Dulu, seperti di era Soeharto, pemberitaan bisa dikontrol, tapi sekarang dengan adanya media sosial, blog, dan lain sebagainya semua orang bisa menjadi 'wartawan' yang dapat 'memberitakan' apa pun. Jika tidak pandai-pandai mengarahkan, bisa-bisa terjadi distorsi informasi di masyarakat," paparnya.

Komunikatif

Mengakhiri pertemuan itu, Siti berpesan agar para mahasiswa menyelesaikan tugas studi dengan baik.

Tidak ketinggalan, Siti dengan sabar melayani permintaan selfie maupun wefie yang bertubi-tubi dilontarkan para mahasiswa itu.

Bagi mereka, pertemuan yang berlangsung hampir 2 jam itu mampu membangkitkan kesan positif.

Wakil Ketua PPI Bonn, Putriana Hamka, misalnya, mengatakan terkesan dengan Siti.

"Ibu sangat komunikatif, informasi yang diberikan mudah diserap. Selain itu, penyampaian program kerja Ibu terkait dengan lingkungan juga sangat realistis dan aspiratif. Sistem sudah dibuat sangat transparan dan suara masyarakat langsung didengar Ibu sendiri karena Ibu sendiri yang menerima e-mail-e-mail masukan dari masyarakat," kata dia. (H-5/Eni Kartinah)




(UWA)

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

15 minutes Ago

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S…

BERITA LAINNYA