Akbar Tanjung Khawatir Golkar 'Kiamat'

Astri Novaria    •    Rabu, 15 Nov 2017 05:34 WIB
korupsi e-ktpgolkarsetya novanto
Akbar Tanjung Khawatir Golkar 'Kiamat'
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung -- Foto: MI/ Susanto

Jakarta: Status tersangka yang kembali diterima Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat prihatin Akbar Tanjung. Tak hanya itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar itu juga mengaku khawatir terjadi kiamat bagi partainya.

Sebab, elektabilitas Golkar terus menurun setelah Setya Novanto dikait-kaitkan dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). "Saya juga tentu sangat prihatin, sangat sedih. Bukan saja prihatin sedih, tapi juga sangat khawatir, kalau tidak dikatakan takut," ujar Akbar di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa 14 November 2019.

Karena, kata Akbar, dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus e-KTP membuat elektabilitas Partai Golkar terus merosot. Apalagi, penurunan elektabilitas Partai Golkar itu terjadi sejak awal era reformasi.

"Tren penurunan ini lah yang saya khawatirkan, bahkan saya takutkan, jangan sampai tren penurunan itu terus," papar mantan ketua DPR ini.

Informasi yang diterimanya bahwa elektabilitas Partai Golkar saat ini sekitar 7 persen. "Kalau tren penurunan itu terus 6 persen, 5 persen, bahkan kemudian bisa di bawah 4 persen. Kalau dia di bawah 4 persen, boleh dikatakan, ya dalam bahasa saya, bisa terjadi kiamat di Partai Golkar ini," imbuhnya.

Sebab, Partai Golkar terancam tidak memiliki wakil di DPR jika elektabilitasnya sekitar 4 persen. Padahal, tambah dia, Golkar selama ini di era Orde Baru selalu di atas 60 persen.

"Bahkan paling tidak Pemilu 1987, Pemilu 1997 di atas 70 persen. Bayangkan kalau sampai di bawah 4 persen, berarti tidak punya hak untuk mempunyai anggota di DPR. Wah ini yang saya takutkan," pungkasnya.



 


(Des)