Ibu Negara Afganistan Kagum kepada Perempuan Indonesia

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 05 Dec 2017 20:16 WIB
indonesia-afghanistan
Ibu Negara Afganistan Kagum kepada Perempuan Indonesia
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: MI/Susanto

Bogor: Ibu Negara Afghanistan, Rula Ghani kagum kepada kemajuan perempuan di Indonesia. Hal itu disampaikan Rula saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
 
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, kekaguman Rula itu didapat setelah mengikuti serangkaian kegiatan di Indonesia. Antara lain, bertemu kelompok perempuan, perempuan parlementer, kelompok agama dan para pemimpin agama.
 
"Salah satu statement beliau kepada Presiden adalah, di Indonesia kelompok-kelompok organisasi perempuan ini banyak sekali berkontribusi untuk membantu perempuan. Jadi perempuan untuk perempuan," kata Retno usai mendampingi Presiden menerima Rula, di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 5 Desember 2017.

Baca: Indonesia Berbagai Pengalaman Rekonsiliasi kepada Afganistan 

Retno mengatakan, Rula juga mengutarakan keinginannya kembali ke Indonesia. Istri Presiden Afghanistan itu ingin memperdalam beberapa hal tentang perempuan, seperti bagaimana cara pemberdayaan perempuan. Sebab, hal itu di Indonesia berjalan sampai level desa.
 
Adapula, Wahid Institute yang bekerja sama dengan United Nations Women dan sangat maju dalam pemberdayaan perempuan. "Itu hal-hal yang ingin beliau dalami lagi," tekan dia.
 
Ia pun menjelaskan, inti dari kunjungan Rula ini merupakan sebagai bentuk komitmen Indonesia yang membantu perdamaian di Afghanistan. Caranya, lanjut dia, dengan melihat bagaimana penanganan konflik di Indonesia. Juga, melihat kiat-kiat bagaimana Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau bisa akur.
 
"Karena beliau tahu banyak sekali suku, etnis, agama yang ada di Indonesia tetapi kita masih satu Indonesia. Tadi beliau menyapaikan mengenai Pancasila sebagai perekat dan sebagainya," ujar dia.
 
Dalam pertemuan itu, kata dia, Presiden menjelaskan tentang kemajemukan di Indonesia. Presiden juga mengundang kembali Rula, jika memang masih ada hal yang perlu didalami.
 
"Karena kunjungan beliau hanya dua hari, sehingga belum bisa sampai melihat yang lebih detail bagaimana economic empowerment. Bagaimana pesantren kita, beliau sangat tertarik untuk melihat pesantren di Indonesia," pungkas dia.




(FZN)