Yenny Wahid: Boleh Marah, tapi Ingat Kita Satu Bangsa

Nur Azizah    •    Rabu, 30 Nov 2016 11:20 WIB
nkri
Yenny Wahid: Boleh Marah, tapi Ingat Kita Satu Bangsa
Putri Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid, Yenny Wahid--MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid, berharap, Indonesia bisa melewati ujian. Kerukunan di Indonesia kini tengah uji.

Yenny, demikian Zannuba disapa, meminta, masyarakat tak marah berkepanjangan, terkait kasus dugaan penistaan agama. "Boleh Kita marah, tapi ingat kita adalah satu bangsa. Kita wajib menjunjung persatuan negara kita," kata Yenny dalam Pidato Kebangsaannya di Silang Barat, Monas, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2016).

Baca: Nusantara Bersatu untuk Sejukkan Indonesia

Menurut dia, tak ada negara paling unik dan seberagam Indonesia. Kesimpulan itu didapat setelah dirinya berkeliling ke sejumlah negara. "Begitu banyak etnis, tapi rukun semua. Kadang kita lupa, kerukunan itu harus dijaga dan dipertahankan mati-matian," ungkapnya.

Yenny menyampaikan, virus cinta Indonesia harus disebarkan ke seluruh rakyat. Ha itu untuk menjaga Indonesia.
"I'm generation of love. Cinta pertama ku adalah bangsa ku sendiri. Kita butuh persatuan, karena di dalam persatuan ada kemenangan," tegasnya.

Selain Yenny, sesepuh ormas Islam Majelis Rasulullah Habib Nabil Al Musawa juga menyampaikan bila rasa kasih sayang menjadi landasan dalam menjaga kesatuan. "Setiap hari kita baca Bismillahirrahmanirrohim, yang artinya Allah Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Itu landasan yang harus kita pegang," tuturnya.

Baca: Tokoh Lintas Etnis-Agama di Solo Berikrar Jaga Kemajemukan

Ia tak ingin Indonesia terpecah belah. Habib Nabil mengajak warga menjaga keutuhan NKRI, menghormati rakyat meski dari latar suku, agama, ras, dan antargolongan.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah menggagas acara Nusantara Bersatu. Acara ini berlangsung hampir di seluruh provinsi untuk menjaga kesatuan dan persatuan.

Di Jakarta, Nusantara Bersatu berlangsung di Silang Barat Monas, Jakarta Pusat. Sekitar 40 ribu orang datang untuk menghadiri acara bertema Indonesia bersatu, Indonesia Milik Ku, Indonesia Milik Mu, Indonesia Milik Bersama.

Acara ini diharapkan bisa menyejukan dinamika politik di Indonesia yang sedang memanas.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana, dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menghadiri acara ini. Tampak juga para tokoh, seperti Yeni Wahid, Ketua MUI Jawa Tengah Habib M. Lutfi, dan sesepuh Majelis Rasulullah Habib Nabil.

Lagu-lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya, Tanah Airku, dan Merah Putih melantun merdu. Tak ketinggalan, kesenian dari berbagai berbagai daerah juga tampil memukau.


(YDH)