PSI Bingung Istilah Sistem Proporsional Terbuka Terbatas

Astri Novaria, Riyan Ferdianto    •    Sabtu, 18 Mar 2017 17:48 WIB
revisi uu pemilu
PSI Bingung Istilah Sistem Proporsional Terbuka Terbatas
Isyana Bagoes Oka. Foto: MI/M. Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka sadar bahwa mayoritas pemilih di Indonesia masih menginginkan sistem pemilu yang bisa memfasilitasi mereka untuk dapat memilih langsung para calon legislatif pilihannya. 

Ia sependapat sistem pemilu terbuka juga mempermudahkan pemilih untuk mengetahui siapa calonnya dan dapat menagih janji kampanyenya.

"Sebab, kalau kita pakai sistem proporsional tertutup tentu kuasa partai lebih besar dan akan lebih sulit bagi mereka untuk mengakses caleg yang seharusnya merepresentasikan mereka. Dan, kalau bisa menagih janji itu kan sebetulnya hubungan tanggung jawab dari caleg kepada masyarakat yang diwakilkan. Itu yang utama," ujar Isyana dalam diskusi bertema "Sistem Buka-Tutup Pemilu" di Jakarta, Sabtu 18 Maret 2017.

Adapun salah satu poin penting yang diusulkan pemerintah dalam draft RUU Pemilu adalah tentang sistem pemilu, yaitu dengan proporsional terbuka terbatas. Isyana mengaku sejak awal dirinya sempat bingung akan poin tersebut. Namun, setelah mempelajarinya, ia menganggap justru tidak ada bedanya sistem proporsional terbuka terbatas dengan sistem proporsional tertutup.

"Di sistem proporsional terbuka terbatas ada nama-nama caleg A, B dan C. Tapi, ada juga pasal yang menyebutkan bahwa dalam menentukan kandidat, pemilih tidak boleh mencoblos nama caleg, tetapi tanda partai. Sehingga, kembali lagi yang menentukan adalah partai," kata dia.

Menurutnya, hal ini justru berbahaya karena akan membuat pemilih kebingungan dan bisa menjadi bias.

Baca: 18 Pasal di RUU Pemilu Bermasalah

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengibaratkan poin yang menyebutkan sistem terbuka terbatas di draft RUU Pemilu itu seperti berkirim surat.

"Sebatas 'for your information'. Jadi, tidak bisa lagi diapa-apakan. Dia (caleg) hanya dideretkan, dilihat, boleh dipandangi, tapi tak boleh dipilih. Sebab, yang dipilih adalah nomor urut partai dan tanda partai. Nama calon yang diurutkan di surat suara sama sekali tidak boleh dicoblos," kata dia.

 


(UWA)

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

10 hours Ago

pihaknya bakal mengajak asosiasi para pedagang pasar untuk bergerak bersama menciptakan ekonomi…

BERITA LAINNYA