Kemkominfo akan Bereskan 40 Ribu Media Bermasalah

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 09 Jan 2017 15:53 WIB
hoax
Kemkominfo akan Bereskan 40 Ribu Media Bermasalah
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel A. Pangerapan. Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan mengandeng Dewan Pers untuk membahas penyebaran berita bohong alias hoax. Kemkominfo menilai, masalah penyebaran hoax harus ditangani dengan cepat.
 
"Saat ini data dari Dewan Pers, ada 40 ribu lebih media yang mengaku sebagai media jurnalistik. Ini mau kita beresin," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel A. Pangerapan kepada Metrotvnews.com, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (9/1/2017).
 
Menurut dia, Kemkominfo akan bertemu dengan Dewan Pers pada Rabu, 12 Januari, nanti. Mereka akan meminta pandangan Dewan Pers untuk menangani masalah ini.
 
Salah satu yang digali adalah apakah media-media ini bekerja sesuai dengan aturan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kemeninfo pun akan mendalami soal kepatuhan para media terhadap etika jurnalistik.
 
"Kalau anda (media) punya blog, punya website, ya enggak apa-apa. Tapi, jangan menyatakan dirinya media jurnalistik. Kalau enggak penuhi syarat, enggak bisa berlindung di bawah UU Pers," tekan dia.
 
Seperti diketahui, Pemerintah berencana untuk mengevaluasi media online penyebar berita bohong alias hoax. Pasalnya, akhir-akhir ini banyak berseliweran informasi yang meresahkan, mengadu domba, yang memecah belah di media sosial.
 
"Kita harus evaluasi media-media online yang memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif, mengandung fitnah," kata Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Kamis, 29 Desember 2016.
 
Presiden pun meminta pengguna internet memanfaatkan media sosial untuk hal yang positif. Dia tak ingin medsos malah menyebarkan hal-hal negatif.



(FZN)