Hoaks Bentuk Teror terhadap Demokrasi

   •    Rabu, 09 Jan 2019 10:09 WIB
pilpres 2019hoax
Hoaks Bentuk Teror terhadap Demokrasi

Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Moeldoko menyebut hoaks yang selama ini merebak luas sengaja dibuat. Hoaks, kata dia, tersusun dan terencana dengan baik.

"Makanya saya katakan hoaks itu sistematis yang ujungnya membangun keraguan dan membuat masyarakat menjadi tidak percaya pada penyelenggaraan pesta demokrasi," ujarnya melalui sambungan satelit dalam Primetime News Metro TV, 8 Januari 2019.

Tak cuma sistematis, menurut Moeldoko hoaks juga merupakan bentuk teror terhadap demokrasi negara. Andai tidak dihentikan, hoaks akan melukai dan meninggalkan cacat pada demokrasi bangsa dan menjadi contoh buruk bagi generasi masa depan.

Moeldoko mengatakan selain merongrong demokrasi hoaks dilakukan untuk mendelegitimasi proses demokrasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tujuan yang ingin diraih tak lain menggiring opini masyarakat untuk tidak lagi percaya pada produk hasil demokrasi.

"Itu bisa dikenali dari berbagai peristiwa yang terjadi di media sosial. Kita harus tegas tidak bisa membiarkan mereka seenaknya memainkan ruang publik yang menjurus pada situasi tidak baik," kata dia.

Kendati masif Moeldoko memastikan pemerintah tak gentar menghadapi hoaks. KPU sebagai penyelenggara pemilu dan proses demokrasi tidak bekerja sendiri. Berbagai upaya untuk menggagalkan pemilu dipastikan tidak akan berhasil.

"Hukum sangat jelas, lima tahun pidana penjara. Jadi hati-hati. Kita akan tangkap orang-orang yang menyebarkan hoaks, kita akan tegas dan dari situ akan terungkap siapa saja yang bermain di belakangnya," jelas dia.