Menteri Siti Pamerkan Strategi Penurunan Emisi Indonesia di COP 24

Dheri Agriesta    •    Rabu, 12 Dec 2018 17:49 WIB
perubahan iklim
Menteri Siti Pamerkan Strategi Penurunan Emisi Indonesia di COP 24
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kiri) dalam Tanaloa Dialog COP 24. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengikuti sesi dialog intensif dengan sejumlah pemangku kepentingan dunia dalam Konferensi Perubahan Iklim COP 24 UNFCCC. Dalam dialog bernama Tanaloa itu, Menteri Siti memamerkan strategi penurunan emisi Indonesia.

Dalam persiapan Nationally Determined Contributions (NDC), Indonesia telah memasang target penurunan emisi 29 persen tanpa syarat hingga 49 persen bersyarat pada 2030. Sasaran utama pengurangan emisi itu melalui kehutanan dan energi. Target 17,2 persen dari 29 persen akan dicapai melalui pengurangan deforestasi dari 0,9 juta hektare per tahun pada 2010 menjadi 0,35 hektare per tahun pada 2030.

“Kami juga menargetkan untuk memulihkan 2 juta hektare lahan gambut dan merehabilitasi 2 juta hektare lahan terdegradasi pada 2030. Peningkatan pengelolaan hutan produksi, baik hutan alam dan hutan tanaman, juga merupakan prioritas NDC kami," kata Siti Nurbaya dalam Tanaloa Dialog di Katowice, Polandia, Selasa, 11 Desember 2018.

Sementara itu, sektor energi Indonesia telah mencapai target 11 persen dari 29 persen melalui peningkatan efisiensi dalam konsumsi energi final, meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam produksi listrik menjadi 23 persen pada 2025, meningkatkan penggunaan biofuel di sektor transportasi hingga 90 persen, dan jalur distribusi gas tambahan dan stasiun bahan bakar gas alam terkompresi hingga 100 persen.

Siti juga menekankan pentingnya skema adapatasi dalam NDC Indonesia dengan tiga wilayah target ketahanan iklim yaitu ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, dan ketahanan ekosistem dan lanskap. Ketahanan ekonomi dapat dicapai melalui pertanian dan perkebunan berkelanjutan, pengelolaan dan konservasi daerah aliran sungai terpadu, pemanfaatan lahan terdegradasi untuk energi terbarukan, dan pola konsumsi energi yang lebih baik.

Baca: Indonesia Siapkan Rencana Pembangunan Rendah Karbon

Politikus Partai NasDem itu juga memamerkan ketahanan sosial dan penghidupan yang dapat dicapai melalui peningkatan kapasitas adaptasi dengan pengembangan sistem peringatan dini, kampanye kesadaran publik, dan program kesehatan masyarakat. Siti menyebut Inodnesia ingin pengurangan emisi, pertumbuhan ekonomi, ketahanan iklim, dan pembangunan, sejalan pada 2050. Reformasi kebijakan dan penyelerasan kebijakan diperlukan mencapai keseimbangan itu.

“Kedua perubahan kebijakan mendasar ini perlu diselaraskan dengan kebijakan yang ditargetkan perubahan iklim," tambahnya.

Pada sektor kehutanan, Indonesia bermaksud mencapai emisi bersih pada 2050. Di sektor energi, Indonesia bakal mempercepat transisi ke 100 persen energi terbarukan, melalui operasionalisasi kebijakan.

“Sinergi antara reformasi kebijakan, penyelarasan kebijakan, dan kebijakan perubahan iklim adalah kondisi pemungkin utama yang diperlukan untuk mencapai target. Yang juga penting adalah akses ke pembiayaan memadai dan berkelanjutan dan teknologi yang terjangkau dan ramah lingkungan (transfer dan pengembangan), dukungan untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan, dan perdagangan internasional yang adil," pungkas Siti Nurbaya.





(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA