Was-was Naik Lift, Alasan PPP Ingin Gedung Baru DPR

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 11 Aug 2017 14:45 WIB
dpr
Was-was Naik Lift, Alasan PPP Ingin Gedung Baru DPR
Sekjen PPP Arsul Sani. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekjen PPP Arsul Sani tak menyetujui pembangunan apartemen untuk anggota DPR. Arsul lebih memilih pembangunan gedung perkantoran baru untuk DPR.

"Kalau saya pribadi lebih melihat yang diperlukan oleh anggota DPR itu adalah gedung kantor. Teman-teman media kan sudah merasakan bahwa gedung ini memang sudah enggak layak. Lift beberapa kali macet, kemarin bahkan jatuh. Itu saja," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Menurut Arsul, beban gedung perkantoran DPR yang ada saat ini memang sudah berlebihan. Pembangunan perkantoran seharusnya menjadi prioritas ketimbang apartemen.

"Yang paling prioritas perlu dilakukan adalah gedung kantor. Dan dibangun sesuai standar pemerintah saja," ucap dia.

Arsul mengatakan ruang kerja anggota dewan kalah bagus daripada ruang kerja Kapolsek. Kemudian ia juga membandingkan dengan gedung perkantoran pemerintah yang dianggap masih baru dan layak.

"BPK punya gedung baru. Mahkamah Agung punya gedung baru. Mahkamah Konstitusi juga belum lama. Ya, sudah standar itu saja," ucap dia.

Arsul menuturkan di kompleks parlemen masih banyak lahan yang kosong dan dimungkinkan membangun gedung perkantoran baru.

"Jadi, kalau teman-teman di luar enggak pernah ke DPR, menilai enggak perlu (dibangun), ya barangkali memang enggak tahu kondisinya. Kita saja wiridan terus setiap naik lift," ucap dia.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan pembangunan apartemen untuk anggota DPR yang lokasinya dekat dengan kantor. Fahri berharap anggota dewan dapat tinggal di apartemen itu supaya tak memiliki alasan terlambat hadir karena macet.


(UWA)