Kader PPP Diimbau Tak Termakan Isu Komunis

Ilham wibowo    •    Selasa, 17 Apr 2018 11:42 WIB
pppkomunisme
Kader PPP Diimbau Tak Termakan Isu Komunis
Ketum PPP Romahurmuziy. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy meminta seluruh kadernya menjelaskan dan menetralisasi berita palsu isu komunisme yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Pasalnya isu tersebut sengaja dibuat pada pemilihan presiden 2014.

"Isu komunis itu buatan, mulai dan hanya untuk kepentingan Pilpres 2014 serta disebarkan massif pertama kali oleh Tabloid Obor Rakyat yg disebar ke pondok-pondok pesantren dan masjid seluruh Indonesia," ujar Romahurmuziy, Selasa, 17 April 2018.

Rommy sapaan Romahurmuziy menyebut praktik hoaks Tabloid Obor Rakyat secara nyata dilakukan untuk menjatuhkan lawan politik. Pengaruhnya pun diyakini berdampak luas lantaran dikemas sedemikian rupa dengan sisi yang meyakinkan.

"Saya tahu persis karena saya berada di tim pemenangan Prabowo-Hatta saat 2014," ungkap Rommy.

Tindakan hoaks tabloid tersebut telah dibuktikan dengan vonis penjara baik pemimpin redaksi maupun redaktur pelaksana pada November 2016. Karenanya, kata Rommy, masyarakat yang masih percaya kehadiran komunis perlu segera mendapat pemahaman.

"Saat Gerindra, PKS, dan PAN bersama PDI Perjuangan mengusung Jokowi sebagai Wali kota Solo pada 2010, tidak pernah ada isu PKI," ujarnya.

Posisi politik PPP selalu berhadapan dengan Jokowi mulai saat pemilihan Wali Kota Solo, pemilihan Gubernur DKI Jakarta hingga pemilihan presiden di Pilpres 2014. Namun demikian, PPP tak pernah bertindak curang untuk bersaing dalam demokrasi.

"Artinya, jelas-jelas kita tidak dalam posisi memproduksi isu itu. Kalau kita yang memproduksi itu, pasti sudah kita lakukan pada 2005, 2010 dan 2012 sebagai pihak yang jelas berhadapan (dengan Jokowi)," bebernya.

Rommy menambahkan, keputusan PPP mendukung Jokowi di Pemilu 2019 lantaran murni hasil penilaian kinerja. Jokowi dinilai telah membuktikan program kebijakan pemrintah dengan sikapnya yang tetap merakyat.

"Kita perlu menjelaskan agar kader-kader PPP yang masih disesatkan orang dengan pemahaman bahwa Jokowi itu berbau komunis mendapat penjelasan yang rasional bahwa dukungan PPP ke Jokowi 2019 murni karena pribadinya yang bersahaja, kinerjanya nyata terukur dan jelas tidak ada hubungannya dengan komunis," kata dia.


(MBM)