Demokrat Menghindari Konflik dengan TGB

Faisal Abdalla    •    Selasa, 10 Jul 2018 20:22 WIB
partai demokratpilpres 2019
Demokrat Menghindari Konflik dengan TGB
Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin (9/7). MI/PIUS ERLANGGA.

Jakarta: Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, tak diundang rapat Majelis Tinggi Demokrat pada Senin, 9 Juli 2018.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengatakan, partai tidak mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut karena menghindari konflik internal.

"Supaya tidak ada konflik kepentingan, karena ini masih internal, maka biarkan pandangan beliau dikeluarkan secara pribadi, sementara kita masih membahas (arah koalisi) di Majelis Tinggi. Karena itu mekanisme masih panjang," kata Hinca di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jalan Mega Kuningan Timur VIII, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Juli 2018.

Baca: Dukungan TGB untuk Jokowi Hasil Pengamatan Panjang

TGB sebelumnya menyatakan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo untuk memimpin Indonesia selama dua periode. Namun, Hinca memastikan TGB masih terdaftar sebagai anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Beliau sampai hari ini masih Majelis Tinggi Partai. Tetap anggota Partai Demokrat. Sampai partai memutuskan apa sikapnya (Pilpres 2019), tentu pandangan TGB adalah pandangan pribadi," ungkap Hinca.  

Hinca kembali mengatakan, partai belum mengambil sikap setelah mengetahui TGB mendukung Jokowi. Menurut Hinca, hal tersebut akan dibicarakan elite partai pada waktu yang tepat.

"Sanksi apa? Semua ini proses berjalan biasa saja. Selama keputusan partai belum ada yang bulat, tidak ada seusatu yang kami persoalkan. Buat kami tidak ada masalah," pungkas Hinca.

Baca: TGB tak Diundang Pertemuan Majelis Tinggi Demokrat


(DEN)