Hasyim Anggap Pelaporan PKPI Risiko Jabatan

Siti Yona Hukmana    •    Selasa, 17 Apr 2018 12:46 WIB
pemilu serentak 2019
Hasyim Anggap Pelaporan PKPI Risiko Jabatan
Komisioner KPU Hasyim Asyari. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari tenang menghadapi pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya oleh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Hasyim dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik oleh partai besutan AM Hendropriyono.

"Terhadap pelaporan Sekretaris Jenderal PKPI (Imam Anshori Saleh) terhadap saya ke Polda Metro Jaya, akan saya hadapi. Ini risiko jabatan," kata Hasyim melalui dalam pesan singkat, Selasa, 17 April 2018.

Dia siap menanggung segala sesuatunya atas pernyataan yang disampaikan kepada media beberapa waktu lalu. "Saya bertanggung terhadap ucapan dan tindakan saya sebagai anggota KPU," ungkap Hasyim.

Hasyim dilaporkan Imam dan pengacaranya, Reinhard Halomoan, pada Senin, 16 April 2018. Laporan ini tertuang dari laporan polisi bernomor LP/2088/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Baca: Sekjen PKPI Laporkan Komisioner KPU

Dia dituding melanggar Pasal 27 ayat 3 juncto Pasat 45 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Dalam laporannya, Reinhard menyebutkan PKPI telah mendapatkan nomor urut 20 pada Pemilu 2019 pada Jumat, 13 April 2018. Nomor urut diberikan setelah PKPI memenangkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam sengketa dengan KPU. 

Setelah pemberian nomor urut terhadap PKPI, Hasyim menyatakan kepada media akan mempertimbangkan upaya peninjauan kembali (PK) atas putusan yang sudah didapat PKPI tersebut. PKPI pun menilai Hasyim menyebarkan berita bohong.

 


(OGI)