Fadli Zon Menilai Akom Berjiwa Besar

Damar Iradat    •    Rabu, 30 Nov 2016 03:00 WIB
pergantian ketua dpr
Fadli Zon Menilai Akom Berjiwa Besar
Fadli Zon (kiri) berjabat tangan dengan Ade Komarudin. MI/ Mohamad iRFAN

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon memuji sikap Ade Komarudin. Ade yang digadang-gadang bakal segera lengser dari jabatannya sebagai Ketua DPR dinilai bisa menerima dengan hati ikhlas.

Fadli menyebut, sikap pria yang akrab disapa Akom itu sebagai bentuk jiwa besar. Apalagi, Akom tidak terlalu memusingkan pergantiannya di DPR.

"Ini sikap jiwa besar dari Pak Akom yang kita dengar kemarin (Pidato Akom pada Senin, 28 November)," ungkap Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurut politikus Gerindra itu, Akom telah menerima keputusan dari Fraksi dan DPP Partai Golkar soal penggantian jabatan ketua DPR. Apalagi, Akom diklaim iklas dan siap memenuhi prosedur penggantian ketua yang ada.

"Ini masalah mekanisme dan prosedur yang harus dilalui sesuai dengan Undang-undang MD3 pergantian harus tertib aturan," ungkapnya.

Pada pidatonya Senin kemarin, Akom mengaku menerima secara penuh keputusan partai dan akan berkontribusi bagi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meski, dia tidak lagi menjabat sebagai ketua DPR.

"Sekali lagi, aku ora popo, teu sawios, orang Sunda bilang. Terlebih ini untuk keutuhan NKRI. Mudah-mudahan apa yang saya lakukan selama ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi institusi DPR bagi Republik ini," ucap Akom.

Sebelumnya, Dewan Pembina Partai Golkar menyetujui pergantian ketua DPR dari Ade Komarudin ke Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Persetujuan itu dinyatakan langsung Ketua Wanbin Golkar Aburizal Bakrie (Ical) usai memimpin rapat Dewan Pembina Golkar di Menara Bakrie, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada rapat pleno, DPP Partai Golkar memutuskan mengembalikan Ketua Umum Novanto sebagai orang nomor satu di DPR. Keputusan diambil atas dasar putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan gugatan uji materi atau judicial review terkait penafsiran pemufakatan jahat yang diajukan Novanto.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, harkat dan martabat Novanto perlu dijaga dan dikembalikan. Keputusan diklaim sudah bulat.


(SCI)