Nurdin: Kepastian Munaslub Golkar Ditentukan Dalam Waktu Dekat

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 05 Dec 2017 11:10 WIB
partai golkar
Nurdin: Kepastian Munaslub Golkar Ditentukan Dalam Waktu Dekat
Kader Partai Golkar Sulawesi Selatan bersama Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (tengah). Foto: MTVN/Andi Aan Pranata

Makassar: Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menyebut Musyarawah Nasional Luar Biasa sebagai keniscayaan di tengah situasi yang melanda partainya saat ini. Dari aspirasi yang masuk, berbagai kalangan kader partai disebut menginginkan pengganti ketua umum Setya Novanto.

Namun, Nurdin memastikan munaslub hanya akan digelar jika institusi partai menginginkan. Jika berdasarkan anggaran dasar, keputusan Munaslub ditentukan melalui rapat pimpinan nasional. Begitu pula hal teknis semisal jadwal pelaksanaan munaslub.

"Dalam minggu-minggu ini kita akan percepat rapat pleno untuk memutuskan pelaksanaan rapimnas. Nanti di rapimnas baru ditentukan, apakah munaslub atau tidak," kata Nurdin kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin petang 4 Desember 2017.

(Baca: Dorongan Munaslub Golkar Menguat)

Nurdin menjelaskan, rapimnas merupakan keputusan tertinggi kedua di Golkar setelah Munaslub. Rapimnas terakhir di Balikpapan, Maret 2017 lalu memutuskan partai tidak menggelar munaslub. Saat itu, Setnov yang untuk pertama kali ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga dipertahankan sebagai ketua umum.

Rapimnas yang digelar dalam waktu dekat, Nurdin melanjutkan, sekaligus akan menggugurkan hasil rapimnas sebelumnya. "Tidak bisa jika hanya melalui rapat pleno," ujarnya.

(Klik: Belum Ada Keputuskan soal Munaslub Golkar)

Belakangan ini bermunculan wacana seputar figur pengganti Novanto. Menurut Nurdin, ada lebih dari sepuluh nama yang masuk bursa ketua umum. Jumlah itu, menurutnya masih sedikit, karena di Golkar terdapat banyak kader yang mumpuni dan berkapasitas.

Lebih lanjut, Golkar dianggap membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjadi simbol di seluruh kalangan kader. Dalam waktu dekat partai akan menghadapi ajang pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, sehingga pemimpin dengan karakter yang mengakar dipercaya bisa menyatukan kader dalam memperjuangkan target.

"Harus dikenal oleh kader-kader, sehingga tidak perlu lagi banyak penyesuaian. Lalu kriteria selanjutnya dia tidak punya masalah," kata Nurdin.

Saat ditanya soal kemungkinannya menjadi Ketua Umum, Nurdin Halid kembali menampik. Dia menyatakan komitmen bertarung sebagai bakal calon Gubernur Sulsel.

"Kalau Nurdin Halid, biarkan konsentrasi mengurus Sulsel," dia menambahkan.

 


(SUR)