Foto Presiden Indonesia di National Portrait Gallery Diturunkan

   •    Kamis, 30 Apr 2015 19:01 WIB
hukuman mati
Foto Presiden Indonesia di National Portrait Gallery Diturunkan
Missmoss.com.au

Metrotvnews.com, Canbera: Eksekusi mati terhadap duo Bali Nine menuai reaksi keras dari sebagian warga Australia. National Portrait Gallery (NPG) di Canberra menyikapi fenomena itu dengan mencopot foto Presiden Indonesia Joko Widodo, Kamis 30 April.

Potret orang nomor satu di Indonesia itu untuk sementara disimpan dan tidak untuk diperlihatkan kepada pengunjung.

Direktur NPG Agus Trumble mengatakan bahwa pencopotan foto Jokowi adalah tindakan sementara. Hal itu mereka lakukan lantaran khawatir bahwa potret tersebut akan dirusak oleh pengunjung yang marah akibat kasus eksekusi warga Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran pada Rabu kemarin.

"Untuk menghindari risiko kerusakan pada karya seni, kami perlu memindahkannya dari tampilan publik," katanya. Menurut dia, sebelum dicopot, beberapa pengunjung terlihat bereaksi negatif saat melihat foto Jokowi.

"Tanggung jawab utama saya adalah mengurus karya-karya dalam koleksi kami dan keselamatan pengunjung kami," tambahnya.

Pencopotan potret Presiden Indonesia itu pun mendapat kecaman dari sang fotografer Adam Ferguson. Ia mengaku kecewa dengan sikap yang dilakukan oleh pengelola galeri.

Adam Ferguson bahkan mengatakan bahwa ia lebih suka bahwa fotonya dirusak oleh pengunjung pameran ketimbang dicopot begitu saja.

"Saya lebih senang hasil karyaku dirusak daripada harus dicopot," tegasnya. (abc/ningtriasih)


(FIT)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

12 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA