Mensos Tolak Sertifikasi PSK

Antara    •    Kamis, 30 Apr 2015 19:08 WIB
prostitusiprostitusi online
Mensos Tolak Sertifikasi PSK
Khofifah Indar Parawansa. (Foto:Antara/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tidak sepakat dengan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat sertifikasi pekerja seks komersial (PSK). Menurutnya, prostitusi tidak seharusnya didukung apalagi oleh pemerintah.

"Dalam prostitusi ada perbudakan, mau disertifikasi atau tidak disertifikasi, disitu ada eksploitasi, kriminalisasi, pedagang manusia termasuk anak," kata Mensos di Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Ia mengatakan, dalam prostitusi itu ada kejahatan yang sangat serius. Maka, sudah semestinya tidak perlu juga dibuat lokalisasi. Menurut dia, jika ada yang setuju prostitusi dengan membuat lokalisasi maka berarti sebagai sebuah pembenaran terhadap perbudakan.

"Kalau setuju dengan lokalisasi, berarti kita kembali memberikan pembenaran terhadap proses perbudakan sendiri," katanya.

Dia menegaskan bahwa, dalam prostitusi itu ada perbudakan dan eksploitasi seksual maupun ekonomi serta perdagangan manusia. Tapi menurut dia, saat ini prostitusi tidak terkait hanya dengan ekonomi semata tapi juga dengan gaya hidup, sehingga muncul berbagai bentuk prostitusi seperti memanfaatkan dunia maya bahkan prostitusi anak.

Upaya yang harus dilakukan salah satunya adalah melalui revolusi karakter sesuai dengan nawa cita yang diusung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Di samping itu, seluruh elemen bangsa juga harus bergandengan tangan menyelesaikan berbagai permasalahan sosial, karena prostitusi juga hadir salah satunya akibat masalah ekonomi.


(LOV)