Dolar Lemah, Minyak Brent Naik ke USD66/Barel

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 01 May 2015 08:47 WIB
minyak mentah
Dolar Lemah, Minyak Brent Naik ke USD66/Barel
Ilustrasi minyak -- FOTO: Reuters/Lucy Nicholson/

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak mencapai level terbaiknya secara bulanan dalam enam tahun ini. Harga patokan dua tolak ukur minyak mentah global naik antara 20 dan 25 persen.

Kenaikan tersebut dibantu oleh mata uang dolar yang lebih lemah dan investor melakukan taruhan bahwa banjir pasokan akan meringankan pasar minyak. Demikian seperti dilansir dari Reuters, Jumat (1/5/2015).

Setelah adanya aksi jual periode Juni 2014 ke Januari, harga minyak sempat menyentuh level tertingginya di atas USD100 per barel. Minyak Brent dan minyak mentah AS membukukan pemulihan terkuat mereka bulan ini, masing-masing naik sekitar USD12 per barel.

Minyak mentah Brent LCOc1 ditutup naik 85 sen menjadi USD66,69 per barel, setelah mencapai puncaknya di 2015 dari USD66,93 per barel. Brent naik 21 persen selama April kemarin.

Sementara harga patokan minyak mentah AS CLc1 naik USD1,05 per barel serta menetap di USD59,63 per barel, memukul level tertingginya di 2015 sebesar USD59,85 per barel. Minyak mentah AS naik 25 persen pada bulan tersebut.

Kenaikan harga minyak terjadi karena sokongan melemahnya dolar ke level terendah dalam dua bulan, sehingga membuat harga minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.


(AHL)