Bawa Narkoba ke Malaysia, Perempuan Australia Terancam Eksekusi Mati

Fajar Nugraha    •    Jumat, 01 May 2015 10:16 WIB
wn australia terancam hukuman mati
Bawa Narkoba ke Malaysia, Perempuan Australia Terancam Eksekusi Mati

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Seorang perempuan asal Australia terancam dihukum mati karena selundupkan narkoba ke Malaysia. Perempuan itu ditangkap karena membawa narkoba jenis metamfetamin atau sabu-sabu.
 
Maria Elvira Pinto Exposto ditangkap pada 7 Desember 2014 lalu di Bandara Kuala Lumpur. Perempuan berusia 52 tahun itu kedapatan membawa 1,1 kilogram (kg). 
 
"Exposto menyelundupkan narkoba metamfetamin didasarkan pada laporan dari ahli kimia," ujar Jaksa Penuntut Hasifulkhair Jamaluddin, kepada AFP, seperti dikutip ABC Australia Plus, Jumat (1/5/2015).
 
Kemudian kasus ini dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi Malaysia atas perintah Hakim magistrasi Noor Hafizah Salim. Seperti diketahui Malaysia memberlakukan hukuman mati bagi siapa saja yang dinyatakan bersalah membawa lebih dari 50 gram narkoba.
 
Ketika dakwaan dibacakan Exposto tampak gelisah. Pembela Exposto belum mengajukan permohonan hingga kasus ini disidangkan ke pengadilan tinggi, karena hakim pengadilan rendah tidak memiliki kewenangan untuk menyidangkan kasus dengan ancaman hukuman berupa hukuman mati.
 
warga Australia itu bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah. "Ya, saya tidak bersalah,” katanya sambil tersenyum.
 
Pengadilan tinggi belum menjadwalkan persidangan kasus Exposto, namun kuasa hukumnya mengatakan persidangan bisa dimulai akhir tahun ini.
 
"Kita yakin kita dapat menunjukan klien kami tidak bersalah di pengadilan nanti,” ujar Muhammad Shafee Abdullah, kuasa hukum Eksposto.
 
Pengacara Exposto mengatakan kliennya telah ditipu untuk membawa tas berisi narkoba -yang diyakini hanya berisi pakaian- oleh orang asing yang memintanya membawa tas itu ke Melbourne.
 
Sebelum tertangkap, Eksposto melakukan perjalanan ke Shanghai setelah terjebak dalam penipuan berkedok asmara di internet oleh orang yang mengaku sebagai tentara AS.
 
Sementara petugas Bea Cukai Malaysia menemukan narkoba itu dijahit dibagian dalam tas ransel yang dibawa Eksposto.
 
Dua warga Australia lain pernah dihukum mati dengan cara digantung pada 1986 karena perdagangan heroin. Keduanya merupakan orang Barat pertama yang dieksekusi di Malaysia.

(FJR)