Frekuensi 1800 Mhz Ditata, akan Ada Gangguan Telepon dan SMS

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 01 May 2015 10:56 WIB
telekomunikasi
Frekuensi 1800 Mhz Ditata, akan Ada Gangguan Telepon dan SMS
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara

Metrotvnews.com: Pemerintah akan mulai menata frekuensi 1800 Mhz untuk jaringan 4G LTE. Selama proses migrasi dalam pemetaan pita frekuensi 1800 Mhz ini, pelanggan operator selular kemungkinan mengalami gangguan sementara saat melakukan komunikasi seperti telepon dan SMS.

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BKPN) Ardiansyah berharap, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Berbicara tentang Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika tentang kebijakan penataan frekuensi 1800 Mhz agar Kementerian Komunikasi dan Informatika dan operator untuk lebih mensosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat agar para pengguna memahami akan aktivitas migrasi pada frekuensi 1800 Mhz dan dapat mengantisipasi gangguan yang bisa terjadi," katanya dalam pernyataan yang kami terima, Kamis (30/4/2015).

Dia menambahkan, berdasarkan data, konsumen yang menjadi pelanggan operator selular mencapai 180 Juta pelanggan dengan total 42 cluster wilayah jaringan yang akan direalokasi dalam penataan ulang spektrum ini.

Di tempat yang sama, David M.L. Tobing, koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi, menambahkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Infomasi sebaiknya mulai mengedukasi pelanggan akan adanya potensi penurunan kualitas layanan selama proses penataan migrasi berlangsung.

Dia juga berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan surat edaran kepada pihak operator selular untuk mengirimkan SMS Broadcast kepada pelanggan mereka masing-masing bahwa akan mengalami penuruan kualitas/gangguan selama proses migrasi ini berlangsung.


(ABE)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

21 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA