JK: Polri Harus Transparan Soal Penangkapan Novel

Desi Angriani    •    Jumat, 01 May 2015 15:48 WIB
novel baswedan
JK: Polri Harus Transparan Soal Penangkapan Novel
Wapres Jusuf Kalla.ANT/Andhika Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tak mau gegabah menyikapi penangkapan dan penahanan Novel Baswedan. Dia minta prosesnya harus berlandaskan hukum.

"Polri harus transparan soal penangkapan Novel," kata JK di Mabes Polri, Jumat (1/5/2015) siang.

JK tak mau menilai penangkapan Novel adalah bentuk kriminalisasi atau bukan. "Kalau kriminalisasi itu tak ada kasusnya, tapi kalau ada kasusnya, itu tak bisa disebut kriminalisasi," ungkap JK.

Novel ditangkap di rumahnya, dini hari tadi. Sempat diperiksa di Mabes Polri, Novel kemudian dijebloskan ke tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, dengan tangan terikat tali plastik.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, penjemputan paksa dilakukan karena Novel tak memenuhi dua kali panggilan pemeriksaan. Novel dianggap tak kooperatif.

Novel terjerat kasus dugaan penganiayaan terhadap komplotan pencuri sarang burung walet di Bengkulu, pada 2004. Tapi, dia baru ditetapkan sebagai tersangka pada 2012, tak lama setelah KPK menetapkan Irjen Djoko Susilo sabagai tersangka kasus korupsi.

Novel bergabung ke KPK pada 2006. Selama menjadi penyidik KPK, dia sering menangani kasus-kasus `gajah`, salah satunya dugaan korupsi yang melibatkan Djoko--jenderal polisi bintang dua.

Kiprah Novel menyetop ulah Djoko sempat melahirkan gesekan tajam antara KPK dan Polri. Ketegangan antara dua lembaga penegak hukum ini baru mereda setelah Susilo Bambang Yudhoyono, kala itu presiden, turun tangan.

SBY menginstruksikan kepada Polri untuk menyetop proses hukum terhadap Novel. Menurut SBY, penetapan Novel sebagai tersangka tak tepat waktu dan cara. Di lain pihak, SBY menyerahkan kasus Djoko kepada KPK.

Setelah tiga tahun `adem` dan kebetulan SBY tak lagi presiden, Polri membuka kembali proses hukum terhadap Novel. Bareskrim, pada 13 Februari 2015, memanggil Novel. Tapi, Novel tak datang.

Bareskrim kembali melayangkan panggilan kedua untuk Novel pada 26 Februari, namun lagi-lagi Novel mengabaikan. Dan, akhirnya dini hari tadi, Novel ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan Nomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum.


(ICH)

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

12 hours Ago

Djarotberjanji akan memperbesar puskesmas dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan warga.

BERITA LAINNYA