Pengacara Dilarang Besuk Novel di Mako Brimob

Media Indonesia    •    Jumat, 01 May 2015 16:43 WIB
novel baswedan
Pengacara Dilarang Besuk Novel di Mako Brimob
Muhammad Isnur. Foto: Arya Manggala/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengacara Penyidik KPK, Novel Baswedan, tertahan selama tiga jam di luar rumah tahanan (Rutan) Brimob Kelapa Dua, Depok, tempat Novel Baswedan ditahan. Mereka dibolehkan menjenguk kliennya setelah mendapat izin Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

“Kurang lebih empat jam, kami tertahan di depan Mako Brimob. Kami tak diperbolehkan menjenguk klien (Baswedan) di sel setelah di jemput Bareskrim Mabel Polri di rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (1/5/2015) dini hari,“ kata Muhamad Isnur, salah satu pengacara Baswedan di halaman Mako Brimob Kelapa Dua, Cimanggis, Jumat (1/5/2015).

Padahal, tujuan pengacara KPK ke Mako Brimob untuk melihat kondisi penyidik KPK Baswedan sekaligus untuk memberikan support. "Beruntung, Kapolri yang dihubungi melalui ponsel memberikan lampu hijau sehingga pengacara KPK diizinkan masuk areal Mako Brimob. Itupun hanya lima orang yakni, Yati Andiriani (Kontras), Asvinawati (Mantan LBH), Saur Siagian (pengacara), Taufik (kerabat), dan Nur Chusniah (Biro Hukum KPK), “ keluhnya.

Berdasarkan pantauan, Novel Baswedan tiba di rumah tahanan Brimob Kelapa Dua Depok sekitar pukul 11.00 WIB. Novel dibawa menggunakan mobil Xenia berwana silver dengan pengawalan tiga mobil. Setelah Baswedan masuk sel, baik pengacara maupun awak media tidak diizinkan untuk masuk ke area Brimob Kelapa Dua Depok. Dan hanya diperkenankan berada di luar.

Untuk diketahui, kasus dengan ancaman hukuman lebih dari tiga tahun akan kadaluarsa dalam jangka waktu 12 tahun. Novel ditangkap di kediamannya di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat dini hari. Novel dijadikan tersangka atas kasus dugaan penembakan pelaku pencurian sarang burung walet saat menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu tahun 2004 lalu.

Kasusnya sempat ditunda pada 2012, atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun kini, kasus tersebut diusut kembali Polda Bengkulu melalui tangan Bareskrim Polri. (Kaisar Rajaguguk/MI)

 


(KRI)