Rekonstruksi Kasus Novel Dinilai Pembangkangan terhadap Presiden

Desi Angriani    •    Jumat, 01 May 2015 18:07 WIB
novel baswedan
Rekonstruksi Kasus Novel Dinilai Pembangkangan terhadap Presiden
Penyidik KPK Novel Baswedan--Ant/Bima Sakti

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa hukum Novel Baswedan, Muhammad Isnur, menilai penyidik Bareskrim membangkang terhadap perintah Presiden Joko Widodo. Sebab, Presiden sebelumnya sudah meminta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membebaskan Novel.

"Ini merupakan pembangkangan terhadap perintah Presiden. Ada upaya untuk tetap menahan Novel," katanya melalui pesan singkat yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Novel diketahui dibawa penyidik ke Bengkulu. Di sana, sepupu Anies Baswedan itu akan menjalani rekonstruksi kasus penganiayaan yang disangkakan kepada dirinya.

Isnur kecewa dengan langkah Polri. Pasalnya, rekonstruksi tak diinformasikan kepada kuasa hukum yang menurut dia harus ikut mendampingi tersangka.

"Ini merupakan pelanggaran terhadap KUHAP, UU Bantuan Hukum, Peraturan Kapolri No. 14/2012, Peraturan Kapolri No 8/2009," jelas Isnur.

Novel sebelumnya dijemput paksa di rumahnya, Jumat dini hari. Dia kemudian digelandang ke Mabes Polri buat menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan penganiayaan di Polda Bengkulu. Selang sembilan jam setelah diperiksa, Novel dibawa ke Mako Brimob untuk kemudian dibawa ke Bengkulu.

Kasus yang menjerat Novel terjadi saat dia menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004 lalu. Pada 2012, kasus ini diungkit kembali jelang Irjen Pol (purn) Djoko Susilo ditahan KPK terkait kasus korupsi simulator. SBY yang kala itu menjadi presiden meminta Polri menghentikan kasus Novel.

Namun saat hubungan Polri dan KPK merenggang setelah penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka, Polri kembali menghidupkan kasus ini. Novel pun sempat dipanggil pada Februari lalu. Selang tiga bulan, Novel dicokok penyidik.

Pencokokan itu Novel membuat Presiden Jokowi berang. Jokowi meminta Badrodin membebaskan Novel dan meminta Polri tak bertindak kontroversial.


(TII)

Ahok: <i>Penak To Jamanku Jadi Gubernur</i>?

Ahok: Penak To Jamanku Jadi Gubernur?

3 hours Ago

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku bahwa musuh terbesar dirinya adalah mulutnya…

BERITA LAINNYA