Antam Bukukan Rugi Bersih Rp240 Miliar

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 01 May 2015 18:37 WIB
antam
Antam Bukukan Rugi Bersih Rp240 Miliar
Emas menjadi penyumbang terbesar bagi penjualan Antam. ANTARA FOTO/Rudi Mulya

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan rugi bersih sebesar Rp240 miliar di kuartal I-2015. Selain itu, perseroan juga telah mencatatkan laba usaha sebesar Rp56 miliar pada kuartal I ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp96 miliar.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan volume penjualan emas sebesar 63 persen pada kuartal I-2015 ini. Komoditas emas menjadi kontributor terbesar total penjualan sebesar 68 persen atau Rp1,94 triliun.

"Dengan adanya peningkatan penjualan di kuartal ini, perseroan dapat membukukan peningkatan laba kotor sebesar 480 persen menjadi Rp257 miliar," tutur Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman, dalam siaran persnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (1/5/2015).

Menurut dia, perseroan menargetkan peningkatan  penjualan feronikel dan emas di tahun ini selain tetap melakukan efisiensi yang agresif. Saat ini perseroan juga berkomitmen untuk melanjutkan proyek-proyek pertumbuhan dengan tetap memperhatikan kondisi finansial perusahaan.

Pada kuartal I-2015, pengembangan perusahaan masih terus menunjukkan progress yang baik dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kehati-hatian.

Pabrik CGA Tayan telah beroperasi komersial sejak Januari 2015 sementara kemajuan EPC Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) sudah mencapai 89 persen per 31 Maret 2015 dengan fasilitas Furnace-4 sudah memasuki tahap commissioning.

Selain itu perseroan juga telah meresmikan fasilitas Top Blown Rotary Converter (TBRC) yang dapat mengekstraksi logam emas dan logam-logam berharga lainnya seperti selenium, paladium, platinum dan lain-lain dari produk anode slime.

Sebagai hasil dari upaya efisiensi yang dilakukan secara terus menerus, di kuartal I-2015 perseroan berhasil menghemat Rp3,6 miliar yang berasal dari efisiensi penggunaan bahan-bahan untuk kegiatan operasional di unit bisnis serta negosiasi kontrak dengan pihak ketiga.


(AHL)